Sabtu, 01 Agustus 2009

Rumah Rasul VS Rumah Kita



dari status Facebook ustadz Safri Adi : beliau mengisahkan...

Gambar-gambar yang sedang anda saksikan ini adalah rumah tinggal Junjungan kita Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah as yang dihuni bersama selama 28 tahun. Subhanallah…karena kita dapat melihat meski lewat photo kesederhanaan huniannya.
Denah
Astaghfirullah…….Masya Allah, peninggalan rumah Nabi junjungan kita ini sudah rata dengan tanah, akibat kepentingan pembangunan Kota.
Amati kesederhanaan baik segi konstruksi dan struktur serta bentuk dan tata ruangnya. Dan bandingkan dengan rumah ANDA..!!



Sedang melakukan pembongkaran
terhadap Rumah Rasul SAW/
Sayyidah Khadijah as
Ketika mengamati satu persatu gambar photo ini, ada sesuatu yang sangat menarik. Perhatikan reruntuhan MIHRAB yang menunjukan ruang tersebut adalah ruang Musholla. Inilah yang saya maksud sebuah sunnah/teladan Rasul yang tampak jelas oleh kita yang secara umum belum memasyarakat di dalam rumah-rumah kita.

Memang belum dijumpai hadist yang spesifik meriwayatkan tentang MUSHOLA dalam rumah tinggal. Namun yang tampak ini adalah sesuatu bukti untuk menjadi pemikiran kita yang mengaku sebagai UMMAT RASULULLAH SAW.
Tampak dari dekat sisa2 pembongkaran
Di RUANG KHUSUS inilah Rasulullah SAW setiap hari sholat kecuali sholat wajib sebagaimana sabdanya “Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima waktu). (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagai penegas dari Firman Allah “….Hanya yang MEMAKMURKAN MASJID-MASJID ALLAH ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian…..”(At-Taubah:18). Dan diruang inilah Rasulullah dan keluarganya setiap hari bermunajad pada ALLAH SWT.
Kamar Rasul
Lalu dimanakah keterkaitannya dengan RUMAH KITA???.
Sebagai arsitek sudah sangat sering merancang rumah tinggal disamping bangunan gedung lainnya. Dan andapun pasti sering pula melihat rencana rumah mulai dari denah hingga tampak bangunannya. Namun berapa banyakkah bangunan-bangunan rumah yang pernah kita lihat tersebut menyediakan ruang yang khusus untuk ibadah bagi penghuninya ??. MARI RENUNGKAN…, ketika akan membangun ataw merenovasi rumah, kemegahan tata ruang manakah yang paling ingin tonjolkan??. Bayangkan, mulai dari teras, ruang tamu, keluarga, kamar tidur, dapur, ruang HOME THEATER, wc/kamar mandi, ruang seterika, gudang, kamar PEMBANTU, GARASI, taman dan gazebo, bahkan KANDANG BINATANG pun mungkin jadi pemikiran. Lalu dimanakah ruang khusus yang mestinya lebih dimuliakan dibanding ruang lainnya untuk MENJAMU ALLAH TA’ALA setiap hari yang telah memberi segala apa yang di miliki??. Paling tidak wanita 5 kali sehari ruang ini kita gunakan, belum lagi untuk sholat sunnah lainnya. Dan di ruang disucikan inilah kita tempatkan dan membaca Al Qur’an dan tafsir (maaf bukannya diatas lemari…??) serta buku2 lain yang membangkitkan nilai2 islami.
Mihrab ruang musholla Rasul
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya."(Ali ‘Imran:92).

Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At Taubah:24)

Dengan adanya ruang khusus ini, Insya Allah kekhusukan ibadah kita akan lebih mudah tercapai. Adanya ruang ini tidaklah perlu besar maupun luas, paling tidak dapat digunakan untuk anggota keluarga. Dan ini merupakan bukti kecintaan dan penghambaan kita padaNya sebagimana Rasulullah contohkan pada rumahnya bersama Sayyidah Khadijah as.

Mungkin akan ada beberapa alasan mengapa musholla tidak dapat dibuat dalam rumah yang terbatas baik luas maupun lahannya. Hal seperti ini adalah pengecualian, namun kebersihan dan kesucian lantai tempat biasa kita sholat harus selalu terjaga dari kotoran terlebih najis (faktor anak kecil dll).

Wahai para suami….buatkanlah istrimu musholla dalam rumahmu,
biarkanlah dia bermunajad kepada Sang Al Khaliq disitu…
biarkanlah ia tumpahkan airmatanya memohon kelancaran usaha dan urusanmu….

Ya Allah… sungguh! kami malu pada-Mu…
Namun dengan segala kerendahan kami bersimpuh di hadapanMu
Memohon segala petunjuk dariMu
Berlindung dari segala kekhilafan dan kekhilafan yang bersemayam di hati
Tiada kekuatan yang mampu menolak segala keburukan kecuali berasal dariMu
Sesungguhnya kami malu
Meski hanya sekedar lintasan hati tuk meminta kepadaMu

Ya Allah…
Setiap detik Engkau penuhi kebutuhan kami
Nafas yang kami hirup
Tiada pernah Engkau minta tuk ganti dan Kau henti
Sedang kami enggan berbagi dan seringkali berhitung atas berkurangnya materi
Dan bila Engkau cukupkan materi…kami lupa dan lalai pada Mu

Ya Allah…
Sesungguhnya catatan maksiat diri kami terlalu panjang
Tak mampu terhitung sebanyak butiran pasir maupun butiran embun yang Enkgau teteskan
Dan amal baik kamipun belum tentu mampu menjadi penyeimbang



Ya Allah…
Masih layakkah kami meminta?
Sedangkan hakMu sebagai Tuhan lebih banyak kami abaikan

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka." (QS. 39:8)

"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. (Al An’aam:70)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud:15-16)

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At Takaatsur:1-8)

Baarakallaahu lakumaa wa baaraka 'alaikum
'May Allah swt shower His blessings upon you' Amin Sum'Aamin!
Wassalamu alaikum wa rahmatullah wabarakatuh


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar