Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !
Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia - yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.
Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.
Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an
* Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. “ kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua. Tidak.
* Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.
* Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,
Di usia 20-an
* Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.
* Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.
* Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,
* Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan
* Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
* Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini.
Di usia 30-an
* Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat
* Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
* Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
* Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
* Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
* Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.
* Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
* Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.
* Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.
Di usa 40-an
* Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.
* Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan
* Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.
* Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.
Di usia 50-an
* Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target,
* Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
* Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,
* Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda,
Di usia pensiun, 55 atau 60-an
* Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.
* Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim
* Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.
* Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.
* Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.
* Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
* Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan
sumber Bapak Andhika-dbs.blogspot.com
Kamis, 23 Juli 2009
Sebuah Esensi Kejiwaan
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu, kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang yang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat, dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat, siapakah diantara kalian yang gila.” (QS. Al-Qalam: 1-6)
Pada dasarnya jiwa manusia bersifat negatif dan buruk. Dominasi keburukan jiwa tersebut adalah Inkonsistensi dan ketamakan. Sikap inkonsistensi jiwa berasal dari kebodohan dan ketamakannya berasal dari hasrat yang membara. Sebagaimana diketahui bahwa Manusia diciptakan dalam keadaan zalim dan bodoh. Disinilah keberadaan akal pada diri manusia mampu mengubah sifat buruk jiwa dan membuatnya konsisten (istiqomah) dalam kebaikan dan kecukupan (qona’ah) dalam menjalani hidup.
Akal mempunyai peranan yang sangat penting. Akal yang merupakan potensi tertinggi yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia, dimana dengan kekuatan akal, manusia memiliki daya pikir atau nalar yang tujuannya untuk mengetahui, memahami, memecahkan persoalan, bertindak dan lain sebagainya.
Firman AllahSWT (yang artinya):
“Pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkannya dengan air hujan itu bumi sesudah kematiannya, dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal.” (QS. Al-Zatsiyah: 5).
Lihatlah ketika Al-Qur’an menjelaskan tentang peranan akal pada ayat ini, diawali dengan uraian fenomena saintifik, seperti pergantian siang dan malam; kondisi sebelum dan sesudah air hujan turun dari langit; tumbuhan yang mati lalu hidup kembali akibat turunnya hujan dan terakhir tentang kisaran angin. Semua itu menunjukkan adanya siklus kehidupan dan daya keterikatan antara satu peristiwa dan peristiwa lainnya, yang hanya dapat dimengerti dengan akal.
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman (yang artinya):
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya, sebagai rahmat daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al-Jatsiyah: 13)
Dengan akal manusia dapat membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Dengan akal manusia dapat mengetahui sebab-sebab didapatkannya hal-hal baik atau sebaliknya mengetahui penyebab diperolehnya hal-hal buruk dan dengan akal juga lah yang membedakan antara manusia dan hewan. Oleh karena itu hendaknya manusia selalu memanfaatkan akalnya untuk berfikir. Berfikirlah tentang segala hal, berfikirlah tentang ciptaan Allah SWT dan jangan berfikir tentang Zat Allah SWT.
Ibn ‘Abbas r.a berkata, “Suatu kaum memikirkan Allah SWT. Rasulullah lantas bersabda, ‘Pikirkanlah ciptaan Allah, jangan berpikir tentang Zat Allah, karena kalian tidak akan pernah sanggup memikirkannya.’”
Asy-Syafi’i r.a pernah mengatakan: “Pandangan yang baik terhadap berbagai hal adalah keselamatan dari tipuan. Keteguhan dalam pendapat adalah keselamatan dari kelalaian dan penyesalan. Menimbang dan berpikir menyingkapkan keteguhan hati dan kekuatan dalam pandangan bersama orang-orang bijak meneguhkan dalam diri dan merupakan kekuatan dalam pandangan. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum ber-azam (berniat untuk melakukan sesuatu). Lakukan kajian secara mendalam sebelum menyerang dan bermusyawarahlah sebelum maju.”
Firman Allah (yang artinya):
“Sesungguhnya segala sesuatu itu ada sebab musababnya.” (QS. Al-Kahfi: 85)
Lihatlah, bahwa segala sesuatu pasti ada sebab musababnya, maka hendaknya seseorang yang waras itu menggunakan akalnya dan selalu memperhatikan sebab yang menimbulkan akibat. Seseorang yang meninggalkan sebab berarti tidaklah memfungsikan otaknya (walaupun dalam beberapa kasus Allah memberikan sesuatu pada seorang hamba tidak melalui sebab dan bahkan berlawanan dengan sebab). Seseorang disebut tidakwaras karena otaknya tidak berfungsi dan atau berfungsi namun tidak baik.
Para pakar muslim mengatakan bahwa sisi buruk manusia adalah ketidakwarasan. Dimana ketidak warasan ini dapat ditinjau dari dua faktor:
1). Ketidakwarasan yang disebabkan disfungsi otak secara fisik;
2). Ketidakwarasan yang disebabkan kebodohan.
Secara umum seseorang yang mengalami ketidakwarasan yang disebabkan disfungsi otak secara fisik disebut sebagai orang gila, padahal istilah ini kurang tepat, alasannya jika ketidakwarasan itu disebabkan oleh disfungsi kerja otak akibat trauma dikepala, faktor genetic atau faktor lainnya, maka ia tidak selayaknya disebut gila. Kerena memang fungsi otaknya sudah terdistorsi sedemikian rupa pada level biologis / jasmani. Artinya bahwa orang tersebut mengalami cacat secara fisik. Namun berhubung kecacatan tersebut terjadi pada organ fisik yang menjadi perantara untuk memfungsikan akal, maka akalnya pun ikut terdistorsi. Hal ini menunjukkan bahwa gila pada level biologis bukan merupakan ketidakwarasan yang hakiki.
Adapun ketidakwarasan yang hakiki adalah gila yang disebabkan kebodohan. Kebodohan sangat identik dengan ketidakwarasan. Mengapa demikian ? tanpa adanya pengetahuan / ilmu maka seseorang tanpa disadari akan melakukan perbuatan-perbuatan zalim yang sesungguhnya membinasakan dan menimbulkan kerusakan di muka bumi dan celakanya orang tersebut mengira bahwa apa yang diperbuatnya adalah suatu kebaikan. Selain itu, bukankah ibadah yang bersumber dari kebodohan akan menjadi sumber pelecehan kepada Allah SWT ? Ibadah yang seperti ini hanya akan bermuara pada kesengsaraan.
Sebagai contoh mudah kegilaan hakiki adalah: Seseorang yang mau mengkomsumsi narkoba. Disini bukan merujuk pada akibat-akibat negatif yang ditimbulkan oleh narkoba, seperti depresi, ketergantungan, madat, kematian dan sebagainya. Akan tetapi kegilaan itu sudah terjadi pada saat orang tersebut secara sadar mau mengkomsumsi narkoba untuk pertama kalinya. Artinya sewaktu dirinya mau mengkomsumsi narkoba untuk pertama kali secara sadar dan atas pilihannya sendiri, maka itulah yang disebut kegilaan hakiki. Dia mempunyai otak namun dia tidak memfungsikannya dan akalnya tidak berfungsi.
Allah berfirman (yang artinya):
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahanmu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79)
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri” (QS. Yunus: 44)
Al-Qur’an mengajari kita bahwa terdapat 3 (tiga) tingkatan jiwa manusia, yaitu:
1) Jiwa mutmainnah (yang tenang) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan paling tinggi;
2) Jiwa lawwamah (yang menyesali) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan netral; dan
3) Jiwa amarah biss su’ (yang buruk) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan rendah.
Dalam keterkaitannya, tingkatan jiwa dengan kebodohan adalah: bahwa kebodohan selalu menyeret manusia kepada spektrum jiwa yang lebih rendah, jiwa seseorang yang fitri (netral) akan turun ke derajat jiwa yang rendah mungkin sampai pada derajat binatang seperti kera, anjing, babi dan sebagainya. Tidak hanya itu kebodohan bahkan dapat menimbulkan kematian jiwa.
Pada saat terjadi penurunan jiwa ketingkat yang lebih rendah, maka ia akan menjadi teman-teman setan. Manusia berjiwa rendah akan mendatangi sumber mata air setan. Mereka akan menjadi hambanya dan dipergunakan untuk menyesatkan manusia lain. setan akan mengilhaminya dengan ilmu pencapaian kepada harta, kekuasaan dan eksploitasi manusia agar terjadi kerusakan di bumi dan jiwa-jiwa manusia lainnya.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata: "mereka telah memenuhi seruan setan, maka merekapun menempuh jalannya dan mendatangi sumber airnya. Dengan merekalah panji-panji setan tersebar, dan dengan mereka pula berdiri tegak benderanya. Fitnah (bujukan) setan telah membinasakan mereka."
Wahai diri… apa yang akan engkau lakukan setelah mengetahui ini ? apakah engkau akan mengisi kebodohan dan menggantinya dengan tinta pengetahuan ? ataukah engkau akan berdiam diri dan menyerah kepada takdir ? ketahuilah, jika engkau menyerah dan menggantungkan nasibmu kepada takdir maka sesungguhnya engkau sedang mengalami kegilaan.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata: “Janganlah sekali-kali engkau bergantung pada takdir karena hal itu merupakan komoditas orang dungu dan kebodohan tentang akherat dan dunia.”
Adapun orang yang paling waras adalah orang yang berakal, berpendapat, beranggapan baik serta kiasnya sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.
Lalu,,,, waraskah aku ??????
Yaa Rabbku…. Hamba memohon kepada Engkau ampunan-Mu dan berikanlah kepada kami ilmu yang manfaat, Amin.
Daftar bacaan:
- Amru Khalid, Hati Sebening Mata Air. Diterjemahkan oleh Imam Mukhtar Aqwam, 2006.
- Astrid Darmawan & Muhammad Hidayat, Al-Qur’an The Ultimate Secret, Ufuk, 2008.
- Imam Al-Ghazali, Menyingkap hati Menghampiri Ilahi. Diterjemahkan oleh Irwan Kurniawan, Pustaka Hidayah, 2006.
Pada dasarnya jiwa manusia bersifat negatif dan buruk. Dominasi keburukan jiwa tersebut adalah Inkonsistensi dan ketamakan. Sikap inkonsistensi jiwa berasal dari kebodohan dan ketamakannya berasal dari hasrat yang membara. Sebagaimana diketahui bahwa Manusia diciptakan dalam keadaan zalim dan bodoh. Disinilah keberadaan akal pada diri manusia mampu mengubah sifat buruk jiwa dan membuatnya konsisten (istiqomah) dalam kebaikan dan kecukupan (qona’ah) dalam menjalani hidup.
Akal mempunyai peranan yang sangat penting. Akal yang merupakan potensi tertinggi yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia, dimana dengan kekuatan akal, manusia memiliki daya pikir atau nalar yang tujuannya untuk mengetahui, memahami, memecahkan persoalan, bertindak dan lain sebagainya.
Firman AllahSWT (yang artinya):
“Pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkannya dengan air hujan itu bumi sesudah kematiannya, dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal.” (QS. Al-Zatsiyah: 5).
Lihatlah ketika Al-Qur’an menjelaskan tentang peranan akal pada ayat ini, diawali dengan uraian fenomena saintifik, seperti pergantian siang dan malam; kondisi sebelum dan sesudah air hujan turun dari langit; tumbuhan yang mati lalu hidup kembali akibat turunnya hujan dan terakhir tentang kisaran angin. Semua itu menunjukkan adanya siklus kehidupan dan daya keterikatan antara satu peristiwa dan peristiwa lainnya, yang hanya dapat dimengerti dengan akal.
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman (yang artinya):
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi semuanya, sebagai rahmat daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al-Jatsiyah: 13)
Dengan akal manusia dapat membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Dengan akal manusia dapat mengetahui sebab-sebab didapatkannya hal-hal baik atau sebaliknya mengetahui penyebab diperolehnya hal-hal buruk dan dengan akal juga lah yang membedakan antara manusia dan hewan. Oleh karena itu hendaknya manusia selalu memanfaatkan akalnya untuk berfikir. Berfikirlah tentang segala hal, berfikirlah tentang ciptaan Allah SWT dan jangan berfikir tentang Zat Allah SWT.
Ibn ‘Abbas r.a berkata, “Suatu kaum memikirkan Allah SWT. Rasulullah lantas bersabda, ‘Pikirkanlah ciptaan Allah, jangan berpikir tentang Zat Allah, karena kalian tidak akan pernah sanggup memikirkannya.’”
Asy-Syafi’i r.a pernah mengatakan: “Pandangan yang baik terhadap berbagai hal adalah keselamatan dari tipuan. Keteguhan dalam pendapat adalah keselamatan dari kelalaian dan penyesalan. Menimbang dan berpikir menyingkapkan keteguhan hati dan kekuatan dalam pandangan bersama orang-orang bijak meneguhkan dalam diri dan merupakan kekuatan dalam pandangan. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum ber-azam (berniat untuk melakukan sesuatu). Lakukan kajian secara mendalam sebelum menyerang dan bermusyawarahlah sebelum maju.”
Firman Allah (yang artinya):
“Sesungguhnya segala sesuatu itu ada sebab musababnya.” (QS. Al-Kahfi: 85)
Lihatlah, bahwa segala sesuatu pasti ada sebab musababnya, maka hendaknya seseorang yang waras itu menggunakan akalnya dan selalu memperhatikan sebab yang menimbulkan akibat. Seseorang yang meninggalkan sebab berarti tidaklah memfungsikan otaknya (walaupun dalam beberapa kasus Allah memberikan sesuatu pada seorang hamba tidak melalui sebab dan bahkan berlawanan dengan sebab). Seseorang disebut tidakwaras karena otaknya tidak berfungsi dan atau berfungsi namun tidak baik.
Para pakar muslim mengatakan bahwa sisi buruk manusia adalah ketidakwarasan. Dimana ketidak warasan ini dapat ditinjau dari dua faktor:
1). Ketidakwarasan yang disebabkan disfungsi otak secara fisik;
2). Ketidakwarasan yang disebabkan kebodohan.
Secara umum seseorang yang mengalami ketidakwarasan yang disebabkan disfungsi otak secara fisik disebut sebagai orang gila, padahal istilah ini kurang tepat, alasannya jika ketidakwarasan itu disebabkan oleh disfungsi kerja otak akibat trauma dikepala, faktor genetic atau faktor lainnya, maka ia tidak selayaknya disebut gila. Kerena memang fungsi otaknya sudah terdistorsi sedemikian rupa pada level biologis / jasmani. Artinya bahwa orang tersebut mengalami cacat secara fisik. Namun berhubung kecacatan tersebut terjadi pada organ fisik yang menjadi perantara untuk memfungsikan akal, maka akalnya pun ikut terdistorsi. Hal ini menunjukkan bahwa gila pada level biologis bukan merupakan ketidakwarasan yang hakiki.
Adapun ketidakwarasan yang hakiki adalah gila yang disebabkan kebodohan. Kebodohan sangat identik dengan ketidakwarasan. Mengapa demikian ? tanpa adanya pengetahuan / ilmu maka seseorang tanpa disadari akan melakukan perbuatan-perbuatan zalim yang sesungguhnya membinasakan dan menimbulkan kerusakan di muka bumi dan celakanya orang tersebut mengira bahwa apa yang diperbuatnya adalah suatu kebaikan. Selain itu, bukankah ibadah yang bersumber dari kebodohan akan menjadi sumber pelecehan kepada Allah SWT ? Ibadah yang seperti ini hanya akan bermuara pada kesengsaraan.
Sebagai contoh mudah kegilaan hakiki adalah: Seseorang yang mau mengkomsumsi narkoba. Disini bukan merujuk pada akibat-akibat negatif yang ditimbulkan oleh narkoba, seperti depresi, ketergantungan, madat, kematian dan sebagainya. Akan tetapi kegilaan itu sudah terjadi pada saat orang tersebut secara sadar mau mengkomsumsi narkoba untuk pertama kalinya. Artinya sewaktu dirinya mau mengkomsumsi narkoba untuk pertama kali secara sadar dan atas pilihannya sendiri, maka itulah yang disebut kegilaan hakiki. Dia mempunyai otak namun dia tidak memfungsikannya dan akalnya tidak berfungsi.
Allah berfirman (yang artinya):
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahanmu sendiri.” (QS. An-Nisa: 79)
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri” (QS. Yunus: 44)
Al-Qur’an mengajari kita bahwa terdapat 3 (tiga) tingkatan jiwa manusia, yaitu:
1) Jiwa mutmainnah (yang tenang) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan paling tinggi;
2) Jiwa lawwamah (yang menyesali) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan netral; dan
3) Jiwa amarah biss su’ (yang buruk) inilah spektrum jiwa manusia pada tingkatan rendah.
Dalam keterkaitannya, tingkatan jiwa dengan kebodohan adalah: bahwa kebodohan selalu menyeret manusia kepada spektrum jiwa yang lebih rendah, jiwa seseorang yang fitri (netral) akan turun ke derajat jiwa yang rendah mungkin sampai pada derajat binatang seperti kera, anjing, babi dan sebagainya. Tidak hanya itu kebodohan bahkan dapat menimbulkan kematian jiwa.
Pada saat terjadi penurunan jiwa ketingkat yang lebih rendah, maka ia akan menjadi teman-teman setan. Manusia berjiwa rendah akan mendatangi sumber mata air setan. Mereka akan menjadi hambanya dan dipergunakan untuk menyesatkan manusia lain. setan akan mengilhaminya dengan ilmu pencapaian kepada harta, kekuasaan dan eksploitasi manusia agar terjadi kerusakan di bumi dan jiwa-jiwa manusia lainnya.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata: "mereka telah memenuhi seruan setan, maka merekapun menempuh jalannya dan mendatangi sumber airnya. Dengan merekalah panji-panji setan tersebar, dan dengan mereka pula berdiri tegak benderanya. Fitnah (bujukan) setan telah membinasakan mereka."
Wahai diri… apa yang akan engkau lakukan setelah mengetahui ini ? apakah engkau akan mengisi kebodohan dan menggantinya dengan tinta pengetahuan ? ataukah engkau akan berdiam diri dan menyerah kepada takdir ? ketahuilah, jika engkau menyerah dan menggantungkan nasibmu kepada takdir maka sesungguhnya engkau sedang mengalami kegilaan.
Ali bin Abi Thalib r.a berkata: “Janganlah sekali-kali engkau bergantung pada takdir karena hal itu merupakan komoditas orang dungu dan kebodohan tentang akherat dan dunia.”
Adapun orang yang paling waras adalah orang yang berakal, berpendapat, beranggapan baik serta kiasnya sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.
Lalu,,,, waraskah aku ??????
Yaa Rabbku…. Hamba memohon kepada Engkau ampunan-Mu dan berikanlah kepada kami ilmu yang manfaat, Amin.
Daftar bacaan:
- Amru Khalid, Hati Sebening Mata Air. Diterjemahkan oleh Imam Mukhtar Aqwam, 2006.
- Astrid Darmawan & Muhammad Hidayat, Al-Qur’an The Ultimate Secret, Ufuk, 2008.
- Imam Al-Ghazali, Menyingkap hati Menghampiri Ilahi. Diterjemahkan oleh Irwan Kurniawan, Pustaka Hidayah, 2006.
Kunci Surga
Ibarat sebuah pintu, surga membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu ? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.
Tetapi anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya): “Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga. “ (HR. Imam Ahmad).
Ternyata, kunci surga itu adalah Laa ilaahaa illalloh, kalimat Tauhid yang begitu sering kita ucapkan. Namun semudah itukah pintu surga kita buka ? Bukankah banyak orang yang siang malam mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh, tetapi mereka masih meminta-minta (berdo’a dan beribadah) kepada selain Allah, percaya kepada dukun-dukun dan melakukan perbuatan syirik lainnya ? Akankah mereka ini juga bisa membuka pintu surga ? Tidak mungkin !
Dan ketahuilah, yang namanya kunci pasti bergerigi. Begitu pula kunci surga yang berupa Laa ilaaha illalloh itu, ia pun memiliki gerigi. Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi.
Al-Iman Al-Bukhori meriwayatkan dalam Shohih-nya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al-Imam Wahab bin Munabbih (seorang Tabi’in terpercaya dari Shon’a yang hidup pada tahun 34-110 H) : “Bukankah Laa ilaaha illalloh itu kunci surga ? “Wahab menjawab : “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan di bukakan untukmu !”.
Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illalloh itu ? Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illalloh itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illalloh ! Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qoshim Al-Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illalloh itu ada delapan, yaitu :
Pertama : Al-‘Ilmu (mengetahui), maksudnya adalah Anda harus mengetahui arti (makna) Laa ilaaha illalloh secara benar. Adapun artinya adalah : “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).
Seandainya Anda mengucapkan kalimat tersebut, tetapi anda tidak mengerti maknanya, maka ucapan atau persaksian tersebut tidak sah dan tidak ada faedahnya.
Kedua : Al-Yaqiinu (meyakini), maksudnya adalah anda harus menyakini secara pasti kebenaran kalimat Laa ilaaha illalloh tanpa ragu dan tanpa bimbang sedikitpun. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syhadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga. (HR. Muslim).
Ketiga : Al-Qobulu (manerima), maksudnya Anda harus menerima segala tuntunan Laa ilaaha illalloh dengan senang hati, lisan dan perbuatan, tanpa menolak sedikitpun. Anda tidak boleh seperti orang-orang musyirik yang di gambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an (yang artinya): “Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illalloh, mereka menyombongkan diri seraya berkata : Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini ? “ (QS. As-Shoffat : 35-36).
Keempat : Al-Inqiyaadu (tunduk atau patuh), maksudnya Anda harus tunduk dan patuh melaksanakan tuntunan Laa ilaaha illalloh dalam amal-amal nyata. Allah subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepada-Nya. “(QS. Az-Zumar : 54).
Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul (ikatan) tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh). “(QS. Luqman : 22).
Makna “menyerahkan dirinya kepada Allah” yaitu tunduk, patuh dan pasrah kepada-Nya (ed.).
Kelima : Ash-Shidqu (jujur atau benar), maksudnya Anda harus jujur dalam melaksanakan tuntutan Laa ilaaha illalloh, yakni sesuai antara keyakinan hati dan amal nyata, tanpa di sertai kebohongan sedikitpun. Nabi Sholallahu ‘alahi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya “ (HR. Imam Bukhori dan Muslim).
Keenam : Al-Ikhlas (ikhlas atau murni), maksudnya Anda harus membersihkan amalan Anda dari noda-noda riya’ (amalan ingin di lihat dan dipuji oleh orang lain), dan berbagai amalan kesyirikan lainnya. Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla“ (HR. Imam Bukhori dan Muslim).
Ketujuh : Al-Mahabbah (mencintai), maksudnya anda harus mencintai kalimat tauhid, tuntunannya, dan mencintai juga kepada orang-orang yang bertauhid dengan sepenuh hati, serta membenci segala perkara yang merusak tauhid itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan di antara manusia ada yang menbuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang di cintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah diatas segala-galanya). “ (QS. Al-Baqarah : 165). Dari sini kita tahu, Ahlut Tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan Ahlus Syirik mencintai Allah dan mencintai tuhan-tuhan yang lainnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan isi kandungan Laa ilaaha illalloh.(ed,).
Kedelapan : Al-Kufru bimaa siwaahu (mengingkari sesembahan yang lainnya), maksudnya Anda harus mengingkari segala sesembahan selain Allah, yakni tidak mempercayainya dan tidak menyembahnya, dan juga Anda harus yakin bahwa seluruh sesembahan selain Allah itu batil dan tidak pantas disembah-sembah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan (yang artinya): “Maka barang siapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh), yang tidak akan putus….”(QS. Al-Baqoroh : 256).
Saudaraku kaum muslimin dari sini dapatlah anda ketahui, bahwa orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh hanya dengan lisannya tanpa memenuhi syarat-syaratnya, dia bagaikan orang yang memegang kunci tak bergerigi, sehingga mustahil baginya untuk membuka pintu surga, walaupun dia mengucapkannya lebih dari sejuta banyaknya. Karena itu perhatikanlah ! Wallahu a’lamu bish showwab !.
Dinukil dari bulletin Dakwah Al-Bayyinah, edisi 07/02/20, diolah dan disusun kembali oleh Abu Abdirrahman. (BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 13 / Shafar / 1425)
Tetapi anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya): “Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga. “ (HR. Imam Ahmad).
Ternyata, kunci surga itu adalah Laa ilaahaa illalloh, kalimat Tauhid yang begitu sering kita ucapkan. Namun semudah itukah pintu surga kita buka ? Bukankah banyak orang yang siang malam mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh, tetapi mereka masih meminta-minta (berdo’a dan beribadah) kepada selain Allah, percaya kepada dukun-dukun dan melakukan perbuatan syirik lainnya ? Akankah mereka ini juga bisa membuka pintu surga ? Tidak mungkin !
Dan ketahuilah, yang namanya kunci pasti bergerigi. Begitu pula kunci surga yang berupa Laa ilaaha illalloh itu, ia pun memiliki gerigi. Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi.
Al-Iman Al-Bukhori meriwayatkan dalam Shohih-nya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al-Imam Wahab bin Munabbih (seorang Tabi’in terpercaya dari Shon’a yang hidup pada tahun 34-110 H) : “Bukankah Laa ilaaha illalloh itu kunci surga ? “Wahab menjawab : “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan di bukakan untukmu !”.
Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illalloh itu ? Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illalloh itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illalloh ! Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qoshim Al-Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illalloh itu ada delapan, yaitu :
Pertama : Al-‘Ilmu (mengetahui), maksudnya adalah Anda harus mengetahui arti (makna) Laa ilaaha illalloh secara benar. Adapun artinya adalah : “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah”. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).
Seandainya Anda mengucapkan kalimat tersebut, tetapi anda tidak mengerti maknanya, maka ucapan atau persaksian tersebut tidak sah dan tidak ada faedahnya.
Kedua : Al-Yaqiinu (meyakini), maksudnya adalah anda harus menyakini secara pasti kebenaran kalimat Laa ilaaha illalloh tanpa ragu dan tanpa bimbang sedikitpun. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syhadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga. (HR. Muslim).
Ketiga : Al-Qobulu (manerima), maksudnya Anda harus menerima segala tuntunan Laa ilaaha illalloh dengan senang hati, lisan dan perbuatan, tanpa menolak sedikitpun. Anda tidak boleh seperti orang-orang musyirik yang di gambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an (yang artinya): “Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illalloh, mereka menyombongkan diri seraya berkata : Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini ? “ (QS. As-Shoffat : 35-36).
Keempat : Al-Inqiyaadu (tunduk atau patuh), maksudnya Anda harus tunduk dan patuh melaksanakan tuntunan Laa ilaaha illalloh dalam amal-amal nyata. Allah subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Kembalilah ke jalan Tuhanmu, dan tunduklah kepada-Nya. “(QS. Az-Zumar : 54).
Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul (ikatan) tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh). “(QS. Luqman : 22).
Makna “menyerahkan dirinya kepada Allah” yaitu tunduk, patuh dan pasrah kepada-Nya (ed.).
Kelima : Ash-Shidqu (jujur atau benar), maksudnya Anda harus jujur dalam melaksanakan tuntutan Laa ilaaha illalloh, yakni sesuai antara keyakinan hati dan amal nyata, tanpa di sertai kebohongan sedikitpun. Nabi Sholallahu ‘alahi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya “ (HR. Imam Bukhori dan Muslim).
Keenam : Al-Ikhlas (ikhlas atau murni), maksudnya Anda harus membersihkan amalan Anda dari noda-noda riya’ (amalan ingin di lihat dan dipuji oleh orang lain), dan berbagai amalan kesyirikan lainnya. Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla“ (HR. Imam Bukhori dan Muslim).
Ketujuh : Al-Mahabbah (mencintai), maksudnya anda harus mencintai kalimat tauhid, tuntunannya, dan mencintai juga kepada orang-orang yang bertauhid dengan sepenuh hati, serta membenci segala perkara yang merusak tauhid itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan di antara manusia ada yang menbuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang di cintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah diatas segala-galanya). “ (QS. Al-Baqarah : 165). Dari sini kita tahu, Ahlut Tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan Ahlus Syirik mencintai Allah dan mencintai tuhan-tuhan yang lainnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan isi kandungan Laa ilaaha illalloh.(ed,).
Kedelapan : Al-Kufru bimaa siwaahu (mengingkari sesembahan yang lainnya), maksudnya Anda harus mengingkari segala sesembahan selain Allah, yakni tidak mempercayainya dan tidak menyembahnya, dan juga Anda harus yakin bahwa seluruh sesembahan selain Allah itu batil dan tidak pantas disembah-sembah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan (yang artinya): “Maka barang siapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh), yang tidak akan putus….”(QS. Al-Baqoroh : 256).
Saudaraku kaum muslimin dari sini dapatlah anda ketahui, bahwa orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh hanya dengan lisannya tanpa memenuhi syarat-syaratnya, dia bagaikan orang yang memegang kunci tak bergerigi, sehingga mustahil baginya untuk membuka pintu surga, walaupun dia mengucapkannya lebih dari sejuta banyaknya. Karena itu perhatikanlah ! Wallahu a’lamu bish showwab !.
Dinukil dari bulletin Dakwah Al-Bayyinah, edisi 07/02/20, diolah dan disusun kembali oleh Abu Abdirrahman. (BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 13 / Shafar / 1425)
Kamis, 02 Juli 2009
Sudut Pandang yang Cerdas Terhadap Kegagalan
Sukses dan kegagalan seringkali kita anggap sebagai koin dengan dua permukaan. Kalau di satu sisi sukses, berarti sisi lain gagal. Kalau kita tidak mencoba sesering mungkin, maka kita tidak mungkin sukses. Kalau kita tidak mau menerima kegagalan sesering mungkin, maka kesuksesan pun akan sulit kita capai.
Ada sebuah kata-kata menarik yang patut kita simak:
“The difference between average people and achieving people is their perception of failure and their respond to failure.”
Perbedaan antara orang biasa dengan orang yang sangat berhasil adalah persepsi mereka tentang kegagalan dan bagaimana mereka mengantisipasi serta menyikapi kegagalan itu. Kita tahu bahwa orang-orang sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Beberapa orang selalu bilang bahwa orang yang sukses selalu berhasil dalam bisnisnya, padahal tidak demikian kenyataannya. Orang tersebut sering juga mengalami kegagalan. Banyak bisnis yang tidak berhasil dan toko yang harus tutup karena tidak menghasilkan. Tapi semua itu adalah part of success.
Sebagian dari sukses adalah bagaimana kita merespon kegagalan itu. Kalau kita bisa melakukan adaptasi, perubahan ataupun antisipasi, maka kita bisa mencoba sesuatu yang baru. Tetapi ada saatnya dikala kita tidak bisa melakukan apa-apa dan pada akhirnya kita harus menutup bisnis yang kita jalankan tersebut dan memulai yang baru.
“An essential aspect to success is not being to fail.”
Hal yang penting untuk meraih sukses adalah tidak takut dengan kegagalan. Saya percaya bahwa setiap orang pasti pernah gagal tetapi saya juga yakin kalau setiap orang pasti pernah sukses. Kalau kita sudah mulai sadar bahwa sukses dan kegagalan tidak lain adalah seperti koin dengan dua mata, maka kita tidak perlu takut lagi terhadap kegagalan. Tetapi sebaliknya, kita harus bisa memandang kegagalan sebagai sebuah pelajaran atau sebuah guide line untuk mencoba lagi dan mencapai sukses pada saat yang akan datang. Sampai sekian dulu Business Wisdom Wismilak kali ini, semoga falsafah koin ini bisa mengilhami kita semua untuk bekerja lebih giat, demi meraih kesuksesan. Dari Pak Tanadi Santoso dengan sedikit edit.
Ada sebuah kata-kata menarik yang patut kita simak:
“The difference between average people and achieving people is their perception of failure and their respond to failure.”
Perbedaan antara orang biasa dengan orang yang sangat berhasil adalah persepsi mereka tentang kegagalan dan bagaimana mereka mengantisipasi serta menyikapi kegagalan itu. Kita tahu bahwa orang-orang sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Beberapa orang selalu bilang bahwa orang yang sukses selalu berhasil dalam bisnisnya, padahal tidak demikian kenyataannya. Orang tersebut sering juga mengalami kegagalan. Banyak bisnis yang tidak berhasil dan toko yang harus tutup karena tidak menghasilkan. Tapi semua itu adalah part of success.
Sebagian dari sukses adalah bagaimana kita merespon kegagalan itu. Kalau kita bisa melakukan adaptasi, perubahan ataupun antisipasi, maka kita bisa mencoba sesuatu yang baru. Tetapi ada saatnya dikala kita tidak bisa melakukan apa-apa dan pada akhirnya kita harus menutup bisnis yang kita jalankan tersebut dan memulai yang baru.
“An essential aspect to success is not being to fail.”
Hal yang penting untuk meraih sukses adalah tidak takut dengan kegagalan. Saya percaya bahwa setiap orang pasti pernah gagal tetapi saya juga yakin kalau setiap orang pasti pernah sukses. Kalau kita sudah mulai sadar bahwa sukses dan kegagalan tidak lain adalah seperti koin dengan dua mata, maka kita tidak perlu takut lagi terhadap kegagalan. Tetapi sebaliknya, kita harus bisa memandang kegagalan sebagai sebuah pelajaran atau sebuah guide line untuk mencoba lagi dan mencapai sukses pada saat yang akan datang. Sampai sekian dulu Business Wisdom Wismilak kali ini, semoga falsafah koin ini bisa mengilhami kita semua untuk bekerja lebih giat, demi meraih kesuksesan. Dari Pak Tanadi Santoso dengan sedikit edit.
Menulis Bisa Menyehatkan?
Dikisahkan dalam dunia pemikiran Islam modern, dikenal seorang penulis wanita; -yang tulisan-tulisannya kadang-kadang ‘menggugat’ banyak hal-, dalam kalimat yang lebih halus; ‘mempertanyakan’ banyak hal. Dalam banyak tulisannya, dia membawa pembaca bukunya, paling tidak untuk sekedar ikut bertanya juga. Nama penulis tersebut adalah, Fatima Mernissi.
Wanita yang lahir di Fez, Maroko, mempelajari ilmu politik dan sosiologi di Universitas Mohammad V, dan kemudian mengajar di universitas tersebut sejak 1974 hingga 1980. Karya-karyanya lebih banyak ditulis dalam bahasa Perancis dan Arab. Diantara karyanya yang diterbitkan dalam behasa Inggris adalah Beyond the Veil, Doing Daily Battle, Women and Islam, The Forgotten Queens of Islam, Islam and Democracy, dan Dream of Trespass.
Diantara karya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sebuah penerbit di Jerman, tak mau ketinggalan dalam mengekpos karya Mernissi, penerbit tersebut mengumpulkan sejumlah karya Mernissi dalam sebuah bunga rampai dan memberinya judul Women’s Rebellion and Islamic Memory. Karya ini terbit pertama kali di Jerman pada 1993 dan muncul versi Inggrisnya pada 1996.
Dalam setiap karyanya Mernissi, memberika paparan yang cukup panjang dan tak lupa cukup ‘tajam’. Selepas dia menulis data, dia-pun lantas menyusulinya dengan pelbagai pertanyaan yang menyentak. Menulis, bagi Mernissi, sepertinya dijadikan curahan hati dari apa saja yang mengganggu pikiran dan perasaannya. “Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya,” tulisnya, “mengapa sikap kami yang sederhana dan tidak menonjolkan diri, pasrah bagaikan hewan korban, senantiasa menjadi satu-satunya obsesi mereka?”
Terlepas dari pembahasan siapa kami dan siapa mereka, memang kita tidak akan melanjutkan pembahasannya. Tapi Mernissi memang menjadikan satu noktah sebagai titik pijak untuk mencari landasan tentang menulis bisa menyehatkan lantaran – didalam buku yang yang akhirnya diterbitkan oleh Mizan dengan judul Pemberontakan Wanita!: Peran Intelektual Kaum Wanita dalam Sejarah Muslim (Mizan, 1996) itu – di dalam salah satu babnya, dia mengungkapkan sesuatu yang menarik untuk kita cermati bersama.
Judulnya-pun unik: “Menulis Lebih Baik ketimbang Operasi Pengencangan Kulit Wajah”. Mernissi langsung saja berpesan kepada pembacanya, ‘Usahakan menulis setiap hari’. Niscaya, kulit anda akan menjadi segarkembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa! Dari saat anda bangun menulis akan meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama diatas kertas kosong, kantung dibawah mata anda akan segera lenyap dan kulit anda akan terasa segar kembali.
Dalam analisis yang dilakukan oleh seorang psikolog, melakukan penelitian selama lima belas tahun tentang pengaruh upaya membuka diri terhadap kesehatan fisik, menerbitkan sebuah buku berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Buku ini membahas bagaimana upaya mengungkapkan segala pengalaman yang tidak mengenakkan dengan kata-kata bisa mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan kesehatan tubuh seseorang. Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai peneliti, bukan sebagai dokter atau terapis, tulis Pennebaker di awal ‘Prakata’ untuk buku karyanya.
Secara singkat, James W. Pennebaker mengemukakan bahwa menulis tentang hal-hal yang negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega. Kata-kata ini didukung oleh hasil penelitiannya: orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis, menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh.
Dalam tulisannya, masih berkaitan dengan penelitian dr pennebaker; manfaat menulis adalah:
1.menulis menjernihkan pikiran
2.menulis mengatasi trauma
3.menulis membantu membantu mendapatkan informasi baru
4.menulis membantu memecahkan masalah.
Wanita yang lahir di Fez, Maroko, mempelajari ilmu politik dan sosiologi di Universitas Mohammad V, dan kemudian mengajar di universitas tersebut sejak 1974 hingga 1980. Karya-karyanya lebih banyak ditulis dalam bahasa Perancis dan Arab. Diantara karyanya yang diterbitkan dalam behasa Inggris adalah Beyond the Veil, Doing Daily Battle, Women and Islam, The Forgotten Queens of Islam, Islam and Democracy, dan Dream of Trespass.
Diantara karya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sebuah penerbit di Jerman, tak mau ketinggalan dalam mengekpos karya Mernissi, penerbit tersebut mengumpulkan sejumlah karya Mernissi dalam sebuah bunga rampai dan memberinya judul Women’s Rebellion and Islamic Memory. Karya ini terbit pertama kali di Jerman pada 1993 dan muncul versi Inggrisnya pada 1996.
Dalam setiap karyanya Mernissi, memberika paparan yang cukup panjang dan tak lupa cukup ‘tajam’. Selepas dia menulis data, dia-pun lantas menyusulinya dengan pelbagai pertanyaan yang menyentak. Menulis, bagi Mernissi, sepertinya dijadikan curahan hati dari apa saja yang mengganggu pikiran dan perasaannya. “Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya,” tulisnya, “mengapa sikap kami yang sederhana dan tidak menonjolkan diri, pasrah bagaikan hewan korban, senantiasa menjadi satu-satunya obsesi mereka?”
Terlepas dari pembahasan siapa kami dan siapa mereka, memang kita tidak akan melanjutkan pembahasannya. Tapi Mernissi memang menjadikan satu noktah sebagai titik pijak untuk mencari landasan tentang menulis bisa menyehatkan lantaran – didalam buku yang yang akhirnya diterbitkan oleh Mizan dengan judul Pemberontakan Wanita!: Peran Intelektual Kaum Wanita dalam Sejarah Muslim (Mizan, 1996) itu – di dalam salah satu babnya, dia mengungkapkan sesuatu yang menarik untuk kita cermati bersama.
Judulnya-pun unik: “Menulis Lebih Baik ketimbang Operasi Pengencangan Kulit Wajah”. Mernissi langsung saja berpesan kepada pembacanya, ‘Usahakan menulis setiap hari’. Niscaya, kulit anda akan menjadi segarkembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa! Dari saat anda bangun menulis akan meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama diatas kertas kosong, kantung dibawah mata anda akan segera lenyap dan kulit anda akan terasa segar kembali.
Dalam analisis yang dilakukan oleh seorang psikolog, melakukan penelitian selama lima belas tahun tentang pengaruh upaya membuka diri terhadap kesehatan fisik, menerbitkan sebuah buku berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Buku ini membahas bagaimana upaya mengungkapkan segala pengalaman yang tidak mengenakkan dengan kata-kata bisa mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan kesehatan tubuh seseorang. Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai peneliti, bukan sebagai dokter atau terapis, tulis Pennebaker di awal ‘Prakata’ untuk buku karyanya.
Secara singkat, James W. Pennebaker mengemukakan bahwa menulis tentang hal-hal yang negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega. Kata-kata ini didukung oleh hasil penelitiannya: orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis, menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh.
Dalam tulisannya, masih berkaitan dengan penelitian dr pennebaker; manfaat menulis adalah:
1.menulis menjernihkan pikiran
2.menulis mengatasi trauma
3.menulis membantu membantu mendapatkan informasi baru
4.menulis membantu memecahkan masalah.
Menulis ala J.K. Rowling
Anda pasti tahu siapa J.K. Rowling bukan? Ya, Beliau adalah seorang penulis yang mempunyai kesederhanaan; dalam tulisannya, novel petualangan fantastis tentang Harry Potter: ‘Saya menulis kapanpun, dimana pun, dan kadang mengungkapkannya dengan tulisan tangan.’
‘Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain,saya hanya menulis selama tiga jam. Cara saya menuangkan apa yang ada di kepala saya ini sungguh bergantung pada seberapa cepat ide itu datang kepada saya’.
Sebelum Rowling menuangkan sejumlah ide-nya dalam selembar kertas, dia sudah memiliki gambaran lebih dahulu tentang apa yang ingin ditulisnya. ‘Saya selalu sudah mempunyai plot dasar berkaitan dengan isi cerita. Tetapi saya suka menunda untuk tidak menuangkan semua sekaligus. Saya mencicilnya ketika saya terdorong untuk menulis. Hal-hal begini ini lebih menyenangkan.’
Nama-nama dalam tokoh novel-nya kadang terdengar ganjil, bagaimana ia menemukannya? “beberapa nama tokoh dalam cerita saya berasal dari dongeng-dongeng dan banyak nama yang memang saya reka-reka sendiri.”
“Saya juga mengumpulkan nama-nama yang (kelihatnnya) luar biasa dan saya mengambilnya dari semua yang saya temui dari berbagai tempat yang berbeda. Saya mendapatkan nama rumah di Hogwarts, misalnya, ketika saya sedang naik pesawat terbang.”
Salah satu hal tersulit dalam menulis yang dialami Rowling adalah bagaimana Rowling menjaga agar para pembaca novelnya terus merasa penasaran akan kelanjutan seri buku berikutnya. “Mungkin, suatu saat, yang harus saya lakukan adalah menulis kata pengantar yang berbunyi ‘ada di Harry Potter Sebelumnya’ dan mengatakan kepada pembaca untuk kembali dan membaca buku satu hingga empat.”
Rowling selalu ditanya, bagaimana dia memulai untuk menulis? Saran pertamanya, adalah selalu membaca apapun untuk mendapatkan ide, bagaimana cara seorang penulis menulis. ‘Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan.”
Cuplikan kisah Rowling diatas berasal dari buku karya Marc Shapiro, J.K. Rowling: The Wizard Behind Harry Potter. Tulisan berikut adalah wawancara terbaru dengan Rowling saat Rowling berencana meluncurkan seri kelima novelnya, Harry Potter and The Order of the Phoenix, pada 21 Juni 2003.
Dalam wawancara menarik ini, Rowling menggambarkan suasana mengelilinginya ketika dia memutuskan untuk menulis sebuah kisah, dimana kisah tersebut melukiskan tentang sebuah karakter ciptaannya yang harus terbunuh – tepatnya dibunuh atau dimatikan oleh si penulis kisah:
Penulis Novel yang bernama panjang Joanne Kathleen Rowling, membuka rahasia bahwa dia menangis tersedu-sedu setelah membunuh salah satu tokoh di dalam buku seri Harry Potter terbarunya.
“Saya telah menulis ulang kematian itu, menulis ulang, dan itulah akhirnya. Kematian itu sudah pasti. Dan sosok itu benar-benar mati.
“Dan saya berjalan kedapur dengan tersedu-sedu dan Neil (suami Rowling) bertanya ada apa, dan saya jawab, saya baru membunuh sosok itu.
“Dia (Neil) seorang dokter, dan saya katakan, tidak bisa seperti itu. Misalya kamu menulis buku anak-anak, kamu harus menjadi pembunuh tanpa perasaan,” kata Rowling, ibu dua anak.
Ini adalah wawancara Rowling yang pertama dan sat-satunya sebelum peluncuran buku serial Harry Potter terbaru, The Order of the Phoenix. Wawancara untuk acara Neswnight ini, menurut BBC News Online, telah ditayangkan pada 21 Juni 2003 (Kompas, 19 Juni 2003).
Lalu, dalam majalah Time edisi 23 Juni 2003, yang mengangkat heboh terbitnya buku kelima Harry Potter sebagai Cover Story, dapat kita baca bagaimana Rowling memperoleh gagasan menampilkan sosok Dementor. Katanya, Rowling pernah sakit parah dandia mengaku tokoh Dementor (tokoh yang dilukiskan begitu gelapdan mengerikan) dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, sebetulnya berdasar kecemasan rowling pada saat menghadapi suasana kelabu penyakit itu.
‘Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain,saya hanya menulis selama tiga jam. Cara saya menuangkan apa yang ada di kepala saya ini sungguh bergantung pada seberapa cepat ide itu datang kepada saya’.
Sebelum Rowling menuangkan sejumlah ide-nya dalam selembar kertas, dia sudah memiliki gambaran lebih dahulu tentang apa yang ingin ditulisnya. ‘Saya selalu sudah mempunyai plot dasar berkaitan dengan isi cerita. Tetapi saya suka menunda untuk tidak menuangkan semua sekaligus. Saya mencicilnya ketika saya terdorong untuk menulis. Hal-hal begini ini lebih menyenangkan.’
Nama-nama dalam tokoh novel-nya kadang terdengar ganjil, bagaimana ia menemukannya? “beberapa nama tokoh dalam cerita saya berasal dari dongeng-dongeng dan banyak nama yang memang saya reka-reka sendiri.”
“Saya juga mengumpulkan nama-nama yang (kelihatnnya) luar biasa dan saya mengambilnya dari semua yang saya temui dari berbagai tempat yang berbeda. Saya mendapatkan nama rumah di Hogwarts, misalnya, ketika saya sedang naik pesawat terbang.”
Salah satu hal tersulit dalam menulis yang dialami Rowling adalah bagaimana Rowling menjaga agar para pembaca novelnya terus merasa penasaran akan kelanjutan seri buku berikutnya. “Mungkin, suatu saat, yang harus saya lakukan adalah menulis kata pengantar yang berbunyi ‘ada di Harry Potter Sebelumnya’ dan mengatakan kepada pembaca untuk kembali dan membaca buku satu hingga empat.”
Rowling selalu ditanya, bagaimana dia memulai untuk menulis? Saran pertamanya, adalah selalu membaca apapun untuk mendapatkan ide, bagaimana cara seorang penulis menulis. ‘Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan.”
Cuplikan kisah Rowling diatas berasal dari buku karya Marc Shapiro, J.K. Rowling: The Wizard Behind Harry Potter. Tulisan berikut adalah wawancara terbaru dengan Rowling saat Rowling berencana meluncurkan seri kelima novelnya, Harry Potter and The Order of the Phoenix, pada 21 Juni 2003.
Dalam wawancara menarik ini, Rowling menggambarkan suasana mengelilinginya ketika dia memutuskan untuk menulis sebuah kisah, dimana kisah tersebut melukiskan tentang sebuah karakter ciptaannya yang harus terbunuh – tepatnya dibunuh atau dimatikan oleh si penulis kisah:
Penulis Novel yang bernama panjang Joanne Kathleen Rowling, membuka rahasia bahwa dia menangis tersedu-sedu setelah membunuh salah satu tokoh di dalam buku seri Harry Potter terbarunya.
“Saya telah menulis ulang kematian itu, menulis ulang, dan itulah akhirnya. Kematian itu sudah pasti. Dan sosok itu benar-benar mati.
“Dan saya berjalan kedapur dengan tersedu-sedu dan Neil (suami Rowling) bertanya ada apa, dan saya jawab, saya baru membunuh sosok itu.
“Dia (Neil) seorang dokter, dan saya katakan, tidak bisa seperti itu. Misalya kamu menulis buku anak-anak, kamu harus menjadi pembunuh tanpa perasaan,” kata Rowling, ibu dua anak.
Ini adalah wawancara Rowling yang pertama dan sat-satunya sebelum peluncuran buku serial Harry Potter terbaru, The Order of the Phoenix. Wawancara untuk acara Neswnight ini, menurut BBC News Online, telah ditayangkan pada 21 Juni 2003 (Kompas, 19 Juni 2003).
Lalu, dalam majalah Time edisi 23 Juni 2003, yang mengangkat heboh terbitnya buku kelima Harry Potter sebagai Cover Story, dapat kita baca bagaimana Rowling memperoleh gagasan menampilkan sosok Dementor. Katanya, Rowling pernah sakit parah dandia mengaku tokoh Dementor (tokoh yang dilukiskan begitu gelapdan mengerikan) dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, sebetulnya berdasar kecemasan rowling pada saat menghadapi suasana kelabu penyakit itu.
Rabu, 01 Juli 2009
Kantor Baru semangat Baru
Moment yang bersejarah itu tak terasa sudah menginjak umur 6 bulan. Tepat tanggal 20 April tahun ini genap sudah umur PT Gawih Jaya Distrik Pati. Semenjak lahir tanggal 20 November 2008 yang dibidani tenaga profesional laiknya, Bapak Nur Supriyadi Area Manajer Semarang, dan Bapak Handrias Eko BS Distrik Head Pati. Tak lupa wejangan-wejangan yang sangat berharga bergemuruh datang dari segenap direksi, menyambut lahirnya “Sang jabang Bayi”.Baik RM East, Bapak Mawardi dan NSM Bapak Ricky Junaidi.
Layaknya seorang bayi, pun Distrik Pati harus mengenal lingkungan, dan mau tidak mau harus adaptasi dengan kompetitor yang bersarang di Area-nya. “Teror-teror” itu serasa tak mau berhenti dan tak akan pernah berhenti. Program yang sangat gencar ibarat sebuah teror yang siap saja menggilas siapa saja yang tak siap dan tak mampu bertahan hidup dengan perubahan iklim pemasaran Indonesia, khususnya pemasaran rokok.
Dua sisi yang berbeda ketika memandang sebuah kesuksesan dan kemampuan defensif yang tampak. Kesuksesan bisa dilihat dari sebab-sebab yang menimbulkannya. Ada dua sisi yang harus dicermati dan dipahami. Ibarat pisau harus selalu diasah. Satu Sisi yang penting disini adalah sisi internal dan sebagian yang lain adalah sisi eksternal.
What Internal? Ya, sisi manajerial dimana terdiri dari faktor-faktor pemasaran; Rencana kerja, Program yang mendukung distribusi dan percepatan konsumsi, pengarahan tentang kinerja secara menyeluruh dan yang paling urgent adalah controling terhadap semua lini ujung tombak, baik dalam personality salesman, kordinator salesman dan staff. Tak hanya manajerial yang harus solid, ketahanan Sumber Daya Manusia-nya juga harus bagus dan kompeten. Kemudian kecukupan Stok produk di gudang yang terukur, cukup untuk dua minggu cover, atau minimal satu setengah-nya, jika menginginkan stok aman. Dan lagi eksistensi Staff Admin dan Keuangan juga sangat mendukung mobilitas yang solid tersebut; logikanya, jika salah satu timpang maka berjalannya suatu organisasi yang sehat tidak akan terwujud.
What Eksternal? Adalah kelompok yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan yang dilakukan. Pelanggan, toko mitra, kompetitor, lingkungan kerja dan yang terpenting adalah user atau pengguna produk kita. Semua berujung baik jika kita melakukan service dengan baik dan hati-hati; jangan sampai dari salah satu faktor eksternal tersebut terluka hati. Maka bisa berakibat, kerja yang kurang nyaman dan cenderung ‘tidak sehat’. Pada intinya, kita memang dianggap menang ketika bisa mem-pressure produk kita, sehingga pelanggan atau toko mau beli, tapi kita akan lebih menang jika dilakukan dengan cara-cara yang indah dan elegant. Terlepas dari semua faktor yang terungkap, adalah faktor makro ekonomi, situasi politik, ekonomi dan keamanan nasional. Kebijakan pemerintah harus kita yakini adalah untuk kebaikan masyarakat, yang didalamnya tentu kebaikan kita juga akhirnya.
Bagaimana dengan Distrik Pati? Walaupun berdomisili dan bertetangga dengan ‘kandang macan’ Distrik Pati tak pernah mengenal kata menyerah. Justru menjadi tolok ukur keberhasilan jika memang mampu bertahan dengan kondisi hiruk pikuk program kompetitor yang sangat gencar dalam memperebutkan market share pemasaran rokok. Diantaranya, Nojorono dengan Brand Clas Mild dan Aroma, Sukun dengan Brand Sukun Executive yang membidik pasar tradisional dan kelas rakyat, dan raja Rokok dari Kudus Djarum dengan segala Brand yang tentu saja menginginkan market share yang mutlak dan signifikan. Belum lagi ratusan pabrik rokok yang kesemuanya membidik pasar yang hampir sama dengan brand Wismilak.
Selalu ada kemungkinan untuk berkembang. Dalam situasi yang lumayan kondusif, baik ekonomi dan situasi politik yang sehat, tak menutup kemungkinan, peluang-peluang distribusi kita akan semakin rapat, dan demand user yang semakin bertambah akan semakin terpenuhi, disamping tetap berusaha menciptakan user-user baru dan loyal user yang banyak.
Satu langkah maju, diawali dengan kondusifnya sisi internal dulu. Dalam wacana demokrasi, karyawan pada Distrik Pati diajak berkomunikasi terhadap hal-hal yang sekiranya untuk kebaikan semua. Sampai dengan hal-hal terkecilpun, jika dikomunikasikan dengan baik dan transparan akan mengakibatkan situasi yang semakin kondusif. Mengarah pada hal-hal yang kreatifpun akan semakin bermunculan. Ide-ide segar akan muncul ketika personality-nya segar pula.
Satu langkah bagus dalam organisasi adalah Distrik Pati, dengan ‘Masinis’-nya Bapak Handrias, melakukan Acara Do’a Bersama setiap Hari Senin pagi setelah semua armada memuat barang ke Mobil BOX masing-masing. Acara ini wajib diikuti oleh seluruh karyawan yang hadir. Setelah berdo’a untuk keselamatan dan kebaikan selama bekerja, juga agar mendapat hasil yang bagus dan memuaskan, dan tercapai target masing-masing. Setelah berdoa bersama, tak ayal waktu berkumpul seperti itu, adalah waktu yang tepat untuk brief kecil-kecilan dan menyamakan persepsi diantara karyawan. Hal ini juga digunakan tanya jawab seperlunya, agar semua karyawan menjadi jelas dan merasa tidak ada yang ditutup tutupi tentang kebijakan yang berlaku.
Munculnya ide Arisan Bulanan; oleh Koperasi BMS (Bersama Meraih Sukses) diilihami dari diskusi umum internal, mencari sumber kedekatan dan kebersamaan antara karyawan. Karena pada dasarnya karyawan bisa lebih dekat dan memiliki rasa kebersamaan ketika selalu diajak komunikasi dan berkegiatan yang ringan dan menghibur. Arisan timbul sebagai wacana harmonis yang timbul diantara karyawan. Bukan semata-mata karena mendapat kepuasan mendapat uang saja, tapi bangga memperoleh penghargaan karena setelah dikocok dan keluar nama, pasti diberikan selamat dan disalami oleh pimpinan. Tak urung, rasa deg-degan pun muncul ketika baru saja kaleng berisi nama-nama itu dikocok-kocok. “Hmm.. pasti nama gue neh yang nongol…” Nah, tersungginglah senyum-senyum itu, meski hanya satu nama yang muncul. Walaupun Koperasi BMS belum mempunyai badan hukum tapi cukup sukses membuat hubungan antar karyawan jadi So..Close.. yang dekat jadi tambah dekat.
Sikap yang bijakpun coba dimunculkan oleh Distrik Pati, jika Area yang lain mendapatkan Program Mobil Branding Slim16; sebut saja mendapat “Program Team Blitz” dari marketing Pusat. Team yang didukung dengan Mobil Branding, Armada Driver dan Pasukan Komando Team, dan lagi Support POS (Point Of Sales) Material yang memadai; berupa sampel rokok Slim16, Flagchain, stiker, dan sunblind. Rasanya tak ada yang menolak jika satu area mendapatkan kesempatan berpromosi seperti itu. Hmm.. hal ini tak membuat Distrik yang satu ini iri hati atau bahkan putus asa karena Distrik Pati tahu bahwa tak semua Area kebagian proyek seperti itu. Sikap bijakpun kemudian muncul, bagaimana konsep Team Blitz itu ditiru walaupun tanpa program yang mendasari, tentu dengan POS Material yang seadanya. Akhirnya timbul Team Blitz Bayangan, yang hanya fokus terhadap sub zona yang butuh support dengan ditentukan jadwal cover dan pelaksanaannya. Karena belum menemukan konsep yang ‘manjur’, tentang bagaimana nge-blitz yang bener, maka satu kali dalam satu minggu, cukup melakukan rutinitas blitz dengan armada Korsep, APS, dan di dukung oleh DH. Dalam konteks ini juga diharapkan dapat meningkatkan skill dalam pemasaran dan penguasaan wilayah. Tak hanya DH yang mampu mengenal seluruh wilayah cover tapi APS dan Korsep pun mendapat ‘wawasan nusantara’ tentang wilayah distrik yang cukup luas. Pembagian wilayah cover, bisa disesuaikan wilayah sub zona mana yang telah terjadwal, dan disesuaikan oleh wilayah yang diajukan oleh korsep masing-masing.
Lagi-lagi ide kreatif dari Pucuk Manajer Distrik Pati, adalah adanya Kembang Joyo Award, penghargaan ini diberikan kepada Rayon yang mampu berprestasi 110% dari target. Baik Salesman, Driver maupun Korsep sebagai pendukung di-lini retail. Hal ini terlaksana pada cycle 2 tahun 2009, Kembang Joyo Award diraih oleh Rayon Jepara, dengan personal Salesman Eko Aryanto, Driver Syaifudin Anshori dan Korsepnya adalah Hery Sukamto. Mereka mendapatkan penghargaan Makan Siang pada hari Sabtu ketika Akhir Cycle dan telah selesai bekerja, di Restoran Megah di kabupaten Pati. Biayanya dari mana ya? Usut punya usut, dikeluarkan dari incentif DH-nya. Dan hal ini dibenarkan oleh DH, Handrias Eko BS.
Belum cukup ide kreatif itu muncul, dari kebersamaan pula, Seragam Lokal Team Pati-pun muncul. Mengangkat tema besar Wismilak Diplomat, dengan warna Dasar Hitam, dan di dukung dengan brand Milday dan Wismilak Kretek Slim16 sebagai emblem dilengan kanan dan kiri. Sesuai kesepakatan bersama seluruh karyawan dianjurkan memiliki baju ini. Dan hasilnya, semua karyawan pada Distrik Pati memiliki baju kebesaran Team tersebut. Dan lebih heboh lagi, armada SR2d dan Sepeda rayon Blora memiliki seragam ini, sebagai bentuk solidaritas antara karyawan kantor dan karyawan yang berdomisili di daerah. Ho ho ho.. pasti timbul pertanyaan; dari mana uangnya ya? Ya, dari kantong pribadi masing-masing, karena team ini ingin ada suatu simbol yang lebih bisa menyatukan rasa kebersamaan dan rasa solidaritas antar karyawan.
Ada yang lain lagi? Kita tunggu kisah selanjutnya… salam BMS (Bersama Meraih Sukses).
Oleh: Noor Muhammad Arief, SE
Label:
Motivasi,
Semangat Kantor Baru
Langganan:
Postingan (Atom)