Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 November 2010

Inspirasi Sederhana tentang Kepala, Hati, dan Tangan



Inspirasi Sederhana tentang Kepala, Hati, dan Tangan

The Simple Inspiration of Head, Heart, and Hand

Oleh: Noor Muhammad Arief, SE

Klasifikasi : Sedang

Semangat Pagi Sahabat!

Ternyata cepat sekali waktu kembali pada hari Senin, sehingga MMS (Monday Morning Status) saya harus hadir untuk dijadikan inspirasi sederhana. Menjadi sebuah pengabdian dan service yang hangat walau hanya sederhana dan biasa. Namun, saya akan berusaha menjadi lebih baik dengan belajar, belajar dan belajar. Tanpa takut kritik dan masukan yang membangun. Hal inilah sebenar yang saya butuh, untuk kebaikan pribadi, sikap dan penuturan saya di ‘barak belajar’ –lebih elegan, forum diskusi- ini.




Dengan pola fikir yang sederhana, coba kita lirik dan lebih mendalam mengenali KEPALA, HATI dan TANGAN kita. Didepan cermin agar lebih sempurna. Betapa dahsyat dan sempurna pekerjaan dan hasil karya Tuhan. The Amazing! Namun saya kali ini tidak membahas sudut pandang keajaiban yang dibuat OlehNYA. Batasannya adalah filosofi atau makna serapan, makna inti dan makna tersirat untuk apa sebenar Kepala, Hati, dan Tangan kita jika dihubungkan dengan action kita dalam berkarya dan bekerja. Lebih tepatnya Berbisnis.

Maha Karya Dahsyat

Head, Heart, dan Hand yang kita punyai, ternyata lebih dahsyat dari sekedar yang kita kira. Ada pola yang hebat jika kita mencermatinya. Salah satunya, dengan bentuk fisik yang sesuai rumus Deret Fibonachi, -rumus golden ratio- yang mengukur pola tubuh: Head, Heart, dan Hand dengan tepat dan terperinci. Bahwa semua penciptaan adalah sesuai dengan rumus dan sangat teliti. “Segala sesuatu Kami ciptakan dengan ukuran tertentu, proporsional (The Moon, 54:49) dan berikutnya “…segala sesuatu diciptakan dengan hitungan yang teliti, satu per satu ” atau math (The Hidden Creature, 72:28).


Hitungan ini mengekor pada deret fibonachi, disebut para ahli sebagai Rasio Emas. Dalam rasio ini, jika digit tersebut dibagi angka sebelumnya, makin keatas makin mendekati angka tertentu. Misalnya: 233/144= 1,618, 377/233= 1,618 dan 610/377= 1,618. Rasio ini, diyakini oleh sejumlah ilmuwan sebagai “Proporsi Illahi.”

Deret Fibonachi tersebut adalah: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597……dst.
Lihat artikel Singgasana dan Kekuasaan Allah, Arifin Mufthi, bandung.

Aplikasinya bagaimana? Yup, coba lihat Contoh sederhana, pada tubuh manusia dipandang normal, jika diantara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit. Maka tinggi seseorang kira-kira sama dengan 1,618 unit. Contoh lainnya adalah jarak antara ujung jari tangan dan siku dibagi jarak antara pergelangan tangan dan siku. Tinggi muka dan lebar muka, letak hidung, mulut dan anggota tubuh lainnya termasuk paru-paru.

Leonardo Da Vinci dan Le Corbusier dalam lukisannya, menggunakan tubuh manusia, yang ukurannya ditetapkan menurut Rasio Emas. Rasio Emas juga digunakan sebagai salah satu rujukan terpenting dalam arsitektur abad modern. Anehnya, tubuh manusia, tumbuhan dan sebagian besar pemandangan alam yang terlihat “indah” atau proporsional juga mengikuti hukum ini. Oh iya, ingat Film The Davinci Code? Betul, Perkament dan ‘harta karun’ yang diperebutkan adalah kode rahasia rekening koran disebuah bank Perancis, yang mengguna deret Fibonachi. Dahsyat sekali ya..

***

Kembali pada pola sederhana kita, Kepala, Hati, dan Tangan kita jika dihubungkan dengan action kita dalam berkarya dan bekerja. Ketiganya bekerja sama untuk mencapai sukses kita, untuk mencapai kebahagiaan kita. Mereka bahu-membahu, mewujudkan ide, gagasan, dan mimpi-mimpi kita. Tugas kita, secara sadar dan berkelanjutan harus memupuk, membina, mempertajam, menguatkan dan melatih ketiganya untuk menjadi lebih baik, lebih dahsyat, yang berakhir pada Sukses kita secara absolutly. Mau?

Pola sederhana ini bisa dipakai untuk tujuan dunia –bisnis- maupun tujuan akhirat. Otak kita akan segera menerima impuls itu, dan bisa menentukan sudut pandang mana yang harus dipakai, ketika membaca artikel ini. Hi hi.. terserah kita, semampu memahami. Jangan dipaksa menelaah, jika terasa berat ya. Sebetulnya, sudah sangat sederhana saya menulis, tapi jika tanpa ada sampel atau contoh taklah lengkap juga indah sebagai artikel.

Head

Pemikiran yang jernih dan baik, strategi yang baik, pengetahuan kita akan bisnis dan pekerjaan kita, menjadi kunci dalam perjalanan sukses kita. Pengetahuan tentang syariah, hukum-hukum Fiqih, Tauhid, Al-Qur’an, Al-Hadist, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas, juga tentang Ar-Rukhsah (kemurahan), tentunya akan menuntun kita ke jalan akhirat secara benar. Sehingga tak saling menyalahkan dalam tatanan Rasional dan Religiusisme.

Pembelajaran dengan membaca buku-buku, karya para ahli, kuliah, ikut seminar, melihat TV, ataupun melalui internet adalah untuk memupuk dan mempertajam daya pikir otak kita. Sekali lagi, saya mengingatkan, Fenomena FB (dalam 3 tahun terakhir), menggejala bak jamur di musim hujan. Wuihh dahsyat! Jangan salah mengguna, lebih baiknya, sarana apapun, termasuk FB, menurut saya, baik diguna sebagai Pembelajaran dan meningkatkan skill kita dalam tulis-menulis, menambah pengetahuan, dan ajang shilaturrahim yang bermanfaat. Untuk tujuan lain? Saya rasa kurang perlu dah.. apalagi untuk tujuan yang tidak baik. Jangan yak. Hentikan pola tidak baik itu.


Sebuah strategi yang baik akan membuat pekerjaan kita menjadi lebih ringan, dan perjalanan sukses kita lebih pendek. Apalagi jika kita meniru mentor yang sudah lebih dahulu sukses, dan menerapkan pola analisa terhadap kegagalan yang pernah dialaminya, so, akan sangat lebih pendek Kesuksesan kita raih.

Heart

Bayangkanlah, kalau kita tidak cinta pekerjaan kita, maka jarang sekali kita bisa sukses. “Care” pada karyawan kita, pada pelanggan kita, sudah menjadi keharusan. Kita harus mampu melayani dengan hati, selanjutnya, membentuk koneksi jembatan hati dengan pelanggan kita. Lebih dekat. Karena kita tahu sebenarnya manusia ini lebih emotional daripada rasional. Secara tidak sadar kita bisa merasakan kalau seseorang itu benar-benar berhubungan dengan kita dalam berbisnis, dengan tulus atau tidak. Tentunya, karena hati kita juga bisa mendengar apa yang dikatakan hati orang lain. Jika kita latih, memungkinkan, kita bisa membaca hati orang. He he..

Hand

Implementasi pada Job Description kita, Pelaksanaan pekerjaan, “skill” kita dalam mengerjakan pekerjaan kita, dan keahlian kita dalam melaksanakan tindakan kita, juga harus kita latih. Membuatnya lebih tajam dan handal, sehingga kita bisa menjadi seorang ahli yang memang benar-benar mampu dalam bidang kita.

“Tidak ada satu strategipun yang sukses tanpa tindakan yang tepat.”

Tindakan jadi kunci. Tanpa tindakan, mimpi tinggal mimpi, dan rencana tidak pernah terealisir. Dalam dunia modern ini kita tidak jarang beradu “otot” dalam berkarya. Disana baik, disini baik; dimana-mana baik. Eits! Jangan risau, kita harus membumbui tidanakan kita dengan Differensiasi dan Value Added. Apa itu? Lain kali saya ekpos ya, dalam note-note kedepannya. Bolehlah saya diingatkan jika terlupa. Pada intinya, kita harus membuat beda strategi dan pelaksanaan kita, walau bergerak pada bidang yang sama, -difference-, tak lupa agar menjadi sama sekali beda, kita membuat keputusan kita menjadi dan mempunyai Nilai Lebih. -Value Added-. Jika banyak barang sama, ditawarkan dengan pola yang sama, apakah juga memuaskan hasilnya? Kecuali jika Rumah Makan kita misalnya, benar-benar Special Sambel, sehingga banyak aneka macam sambel, dari berbagai daerah, dan disajikan secara segar dan selalu fresh. Nah, selain berbeda dengan Rumah Makan lain, Nilai lebihnya ada pada pelayanan yang Fresh, Cepat, dan menawarkan berbagai macam Sambel (Wuih.. jadi laper neh..).


Kita tahu Skill kita sudah dalam bentuk yang lebih “halus” dan kadang-kadang sulit dijabarkan; tapi jelas kita tahu, apakah kita sudah atau belum termasuk yang tebaik dibidang kita, apakah kita bisa disebut ahli dipekerjaan kita. Disini dibutuhkan kejujuran dalam menjawabnya; jika ingin menjadi lebih ahli.

Dan akhirnya: I’m Pledge… Saya berjanji pada diri sendiri, saya mengguna Kepala saya untuk berfikir bijak dan cerdas, menggunakan Hati saya untuk Loyalitas yang Hebat, dan Menggunakan Tangan saya untuk menumbuhkan Pelayanan yang baik.

Salam Sukses dan Selalu Semangat Pagi!!

Berawal dari hanya MMS (Monday Morning Status), menjadi Notes yang Dahsyat!

Selasa, 02 November 2010

Menulis Bisa Menyehatkan?

Menulis Bisa Menyehatkan?
“Menulis Lebih Baik ketimbang Operasi Pengencangan Kulit Wajah”

Oleh: Noor Muhammad Arief

Dunia pemikiran Islam modern, menjumpai seorang penulis wanita terkenal; -namun tulisan-tulisannya kadang-kadang ‘menggugat’ banyak hal-, dalam kalimat yang lebih halus; ‘mempertanyakan’ banyak hal.

Dalam banyak tulisannya, dia membawa pembaca bukunya, paling tidak untuk sekedar ikut bertanya juga. Penulis tersebut adalah, Fatima Mernissi.

Wanita yang lahir di Fez, Maroko, mempelajari ilmu politik dan sosiologi di Universitas Mohammad V, dan kemudian mengajar di universitas tersebut sejak 1974 hingga 1980. Karya-karyanya lebih banyak ditulis dalam bahasa Perancis dan Arab. Diantara karyanya yang diterbitkan dalam behasa Inggris adalah Beyond the Veil, Doing Daily Battle, Women and Islam, The Forgotten Queens of Islam, Islam and Democracy, dan Dream of Trespass.

Diantara karya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sebuah penerbit di Jerman, tak mau ketinggalan dalam mengekpos karya Mernissi, penerbit tersebut mengumpulkan sejumlah karya Mernissi dalam sebuah bunga rampai dan memberinya judul Women’s Rebellion and Islamic Memory. Karya ini terbit pertama kali di Jerman pada 1993 dan muncul versi Inggrisnya pada 1996.

Dalam setiap karyanya Mernissi, memberikan paparan yang cukup panjang dan tak lupa cukup ‘tajam’. Selepas dia menulis data, dia-pun lantas menyusulinya dengan pelbagai pertanyaan yang menyentak. Menulis, bagi Mernissi, sepertinya dijadikan curahan hati dari apa saja yang mengganggu pikiran dan perasaannya. “Selama bertahun-tahun saya bertanya-tanya,” tulisnya, “Mengapa sikap kami yang sederhana dan tidak menonjolkan diri, pasrah bagaikan hewan korban, senantiasa menjadi satu-satunya obsesi mereka?”

Terlepas dari pembahasan siapa kami dan siapa mereka, memang kita tidak akan melanjutkan pembahasannya. Tapi Mernissi memang menjadikan satu noktah sebagai titik pijak untuk mencari landasan tentang menulis bisa menyehatkan lantaran – didalam buku yang yang akhirnya diterbitkan oleh Mizan dengan judul Pemberontakan Wanita!: Peran Intelektual Kaum Wanita dalam Sejarah Muslim (Mizan, 1996) itu – di dalam salah satu babnya, dia mengungkapkan sesuatu yang menarik untuk kita cermati bersama.

Judulnya-pun unik: “Menulis Lebih Baik ketimbang Operasi Pengencangan Kulit Wajah”. Mernissi langsung saja berpesan kepada pembacanya, ‘Usahakan menulis setiap hari’. Niscaya, kulit anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaatnya yang luar biasa! Dari saat anda bangun menulis akan meningkatkan aktivitas sel. Dengan coretan pertama diatas kertas kosong, kantung dibawah mata anda akan segera lenyap dan kulit anda akan terasa segar kembali. Dahsyat!

Dibelahan dunia yang lain, kita temukan rumusan analisis yang dilakukan oleh seorang psikolog; melakukan penelitian selama lima belas tahun tentang pengaruh upaya membuka diri terhadap kesehatan fisik, menerbitkan sebuah buku berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Buku ini membahas bagaimana upaya mengungkapkan segala pengalaman yang tidak mengenakkan dengan kata-kata bisa mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan kesehatan tubuh seseorang. Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sebagai peneliti, bukan sebagai dokter atau terapis, tulis Pennebaker di awal ‘Prakata’ untuk buku karyanya.

Secara singkat, James W. Pennebaker mengemukakan bahwa menulis tentang hal-hal yang negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega. Kata-kata ini didukung oleh hasil penelitiannya: orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis, menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh.

Dalam tulisannya, masih berkaitan dengan penelitian Dr Pennebaker; manfaat menulis adalah:
1. Menulis menjernihkan pikiran
2. Menulis mengatasi trauma
3. Menulis membantu membantu mendapatkan informasi baru
4. Menulis membantu memecahkan masalah
Seorang dokter saja menganjurkan untuk menulis loh!

Singkatnya, menulislah tentang hal-hal tentang apapun, positive atau negative; tentunya akan memberikan pelepasan emosional, dan membangkitkan rasa puas dan lega. Hal-hal yang dahsyat yang kita tulis akan menemukan ‘roh’nya sendiri. Suatu ketika setelah terlepas dari sejumlah permasalahan atau hal-hal yang dahsyat, terkenanglah semua tulisan ketika terbaca ulang, bahkan akan menjadi sangat kuat, karena terekam dengan baik di otak.

Bahkan, jika tulisan-tulisan dahsyat kita, menjadi konsumsi khalayak ramai, maka sepatutnya-lah yang sehat bukan hanya tubuh, fikiran, dan sikap kita, namun financial kita juga akan terpenuhi; yang artinya Sangat Sehat. Nah, kapan lagi kita harus menulis? Untuk menjadi penulis besar, maka wajib memulainya dari sekarang, sehingga hanya Tuhanlah yang memastikan dan mengindahkan semua tulisan dan kehidupan kita.

Terakhir, jangan menunda untuk menulis dan menuangkan ide-ide yang hebat. Buatlah diri kita menjadi penyebab kebaikan semua orang yang hebat. Yang artinya, kita sendiri telah hebat, sebelum mereka. Dengan menulis mulai dari sekarang, saya katakan pada sahabat: Anda Hebat!

Salam Semangat Menulis!

Kamis, 28 Oktober 2010

Think Out of The Box Berfikir di Luar ‘Kotak’


Semangat Pagi, Semangat Malam, Semangat Petang.. Apa Kabar !!
Bersama Saya Hari ini Noor Muhammad Arief , Di dunia saat ini dengan persaingan bisnis yang sangat kompetitif, saya punya fikiran, mungkin saja berguna; Ada baiknya kita untuk selalu belajar Think Out of The Box, karena dibanding Kita bertarung di red ocean (market yang banyak sekali player bermain disana), intinya Kita tetap bisa bermain untuk tetap mendapatkan profit dengan bermain di luar kotak.


Pada Zaman Wild-Wild-West, terjadi trend mengali emas dan tiba-tiba semua orang pergi ke barat untuk mencari emas, tetapi tahukah Anda siapa yang tiba-tiba menjadi kaya? yang menggali emas? BUKAN. Ternyata yang kaya adalah YANG JUAL JEANS (LEVI’S) dan YANG JUAL SEKOP.
Kenapa? karena disaat semua ikut-ikutan menggali emas, mereka tiba-tiba mempunyai kebutuhan yang sama yaitu celana jeans dan sekop. Jadi pada saat itu orang-orang yang dapat melihat peluang bisnis tersebut, akan menjual jeans atau sekop karena mereka tidak ikut-ikutan mencari emas tapi fokus apa yang akan banyak di cari saat trend emas terjadi.

Sebuah pertanyaan; Ketika ada trend yang semua orang suka olah raga lari, kita jual apa supaya larinya lebih cepat?
JUALIN SEPATU, JUAL KAOS OLAHRAGA.
Ada bisnis sampingan yang bisa kita sediakan saat semua orang lari menuju trend nya, apalagi kalau Kita sendirian.

Dahulu, di beberapa tempat di negara kita ada musim ternak jangkrik, nah apa yang bisa kita jalankan dengan modal kita? Jadi konsultan bisnis jangkrik, ketika punya modal insting ke-Jangkrikan yang tinggi, lain itu kita bisa jual pakan jangkrik dan tidak perlu ikut-ikutan ternak jangkrik. Nah ketemu kan?

Suatu saat ketika ada bisnis yang trend, kita harus pintar mencari sampingannya apa saja. Bukan hanya memiliki pemikiran yang terpaku pada 1 hal saja. Untuk itulah Kita harus belajar Think Out of The Box. Untuk melatih hal ini Kita bisa meningkatkan kreativitas, tetapi maaf, kecenderungan banyak sahabat bisnis kita atau malah kita pribadi, tidak cukup kreatif; sehingga bermain ditempat yang sama, dan berakhir dengan perang harga dan mulai saling menjelekkan. Hal yang lain, yang bisa Kita lakukan untuk melatih Think Out of The Box ini adalah dengan cara memiliki seorang mentor yang bisa melatih Kita kapanpun yang Kita inginkan dan komunitas yang bisa saling membantu Kita untuk semakin kreatif melihat peluang bisnis. Carilah model pebisnis yang sukses, bijak dan santun dan bersahaja dalam setiap tindakannya. Tirulah, gaya pemikirannya, kreatifitasnya, dan caranya untuk sukses. Maka, barangkali tidak akan lama, bahkan lebih cepat sukses, karena rumus suksesnya telah kita hafal dan menambah-nya dengan strategi yang lebih jitu dan lebih baik.

Dan hal lainnya adalah untuk melatih Kita menjadi lebih aware akan peluang-peluang seperti ini adalah dengan cara terus belajar dan open mind, mau belajar kepada siapapun yang lebih baik. Demikian dari Saya, untuk membuktikan komitmen langkah kecil pertama Kita. Kita bisa memostingkan comment dengan mengetikkan “Saya akan Terus Belajar dan Open Mind , ini Janji Saya !”

Salam Dahsyat,
Noor Muhammad Arief, SE
Disarikan dari berbagai Sumber, up to TDW University

Senin, 18 Oktober 2010

7 SKILLS needed for Businessman


7 SKILLS needed for Businessman

1.Business BASICs.
Beyond the ­ buy low, sell high, pay late, collect early -.

2.TIME management.
Time does not forgive!

3.NETWORKING.
The only circle of friends that you can really trust and grow with.


4. SALESMANSHIP.
Hey, we have to SELL!, and YES Marketing IS CRUCIAL ;).

5.THECHNOspeak.
Pagers, Hand phone and The Applications Software, Personal Computers, PDA, etc.

6. COMMUNICATION.
The art of Praising, the art of listening, the art of speaking, the art of
writing, the art of evangelism.

7. PERSONAL management.
Paperwork, DIARY master list, SWOT Analyssis, think 80/20 of Pareto, GOAL setting, Corrective & Preventive management, The Resume - test.. etc…


Ehm… Sudah banyak sekali artikel motivasi yang sekiranya ‘berkeliaran’ di berbagai media. Media elektronik, Internet, Buku, Koran dan Majalah. Selebihnya adalah kita yang terakhir yang sebisa mungkin untuk menikmati, menelaah dan mengkombinasikan rumus-rumus yang para ahli telah mencetuskan terlebih dahulu. Kemudian menelaah dengan kritis, apakah rumusan marketer yang handal ‘tempo doeloe’ tersebut masih relevan dipakai saat ini? Hal ini disebut Business BASICs.

Sekiranya seorang pebisnis akan lebih menjadi handal jika banyak belajar; artinya kaya akan ilmu, kaya akan pengalaman, dan kaya akan activitas;sejurus kemudian cerdas. Korelasinya, jika Sumber Daya Manusia sebuah perusahaan adalah bagus maka sangat memungkinkan percepatan pertumbuhan perusahaan akan meningkat. Terkait dengan hal itu adalah visi dan misi perusahaan yang jelas akan mempengaruhi gaya berfikir dan gaya budaya dalam setiap insan perusahaan.

Tak pelak perubahan itu diawali dengan kesadaran oleh pribadi-pribadi dalam skala kecil, dan merambat pada partner kerja, team kerja dan lama kelamaan satu kantor Sumber Daya Manusianya akan sadar dan berbuat lebih baik untuk perusahaan. Proses ini tak akan mudah, dengan kesabaran dan penuh kebijakan harus ada mentor yang siap memonitor dalam setiap kondisi. TIME management. Akan sangat perlu sekali ketika seorang Manager Team telah menjadi ‘super’ dan menularkan ‘kesuperannya’ terhadap karyawannya.

Ada satu kata yang sangat penting dalam pola organisasi team management. Adalah sangat perlu sebuah kata MENGELOLA. Team Leader tidak hanya bisa menyuruh tetapi juga sesekali memberikan contoh dengan praktek riil. Akan sangat senang kiranya, seorang karyawan ditegur dengan pola pemberian contoh konkret. Hal ini akan sangat mengena, dan karyawan akan malu, kemudian tidak akan mengulangi kesalahan lagi, semisal membuat kesalahan.

Team Leader tidak hanya mampu mengelola internal team, juga harus mampu mengkombinasi jaringan teamnya. Stakeholders juga perlu di kelola. Tak mungkin sekali jika, team leader hanya mampu menguasai kantor saja. Bahkan terlupa dengan siapa sebenarnya ia bekerjasama? Nah, ini perlunya sesekali turun bawah (turba), untuk melihat, menangkap, menganalisa dan menyimpulkan. Apa yang dibutuhkan oleh team kerja, mitra kerja, dan semua elemen kerja yang terkait. NETWORKING.

Ketika sebuah produk, consumer goods, Brand Wismilak contohnya, tidak akan mampu meraih market share yang significant; jika pola SALESMANSHIP-nya amburadul. Salesman adalah ujung tombak perusahaan. Tanpa adanya penawaran produk, barang apapun tidak akan laku. Karenanya, patut dihargai dengan penghargaan setinggi-tingginya, divisi sales adalah divisi terbaik dan handal. (He he.. Subjective neh).

KRIING… KRIING… KRIING… Haduh bunyi jadul (jaman dulu) telphon rumah neh. Eh iya, teknologi sekarang sangat membantu sekali dalam kecepatan pertumbuhan perusahaan. Sangat tidak relevan lagi ketika ada seorang mitra kerja susah dihubungi. Selayaknya pada saat ini semua perusahan mengandalkan THECHNOspeak. Bahkan pada perusahaan tertentu, pemesanan barang (take order), harus melalui email. Nah, sangat aneh ketika sebuah perusahaan yang bonafit tidak kenal Hand Phone and The Applications Software, Personal Computer, Electronict-mail, dan yang terakhir adalah PDA. Kalau ada perusahaan yang tidak kenal sama sekali dengan teknologi berbicara diatas boleh dikata, ‘JADUL BANGET YA!’. COMMUNICATION.

Tapi sebenanya yang paling penting dan essential adalah pembenahan yang diawali dari interpersonal team management. Paperwork yang rutin di-diskusikan dan di-aplikasikan; DIARY master list, perencanaan kegiatan team yang terkendali dan terpusat; SWOT Analyssis - perlakuan yang sama terhadap kendala atau maslah yang ada, mencoba menerapkan dan mengaplikasikan analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan sisi ancaman; Think 80/20 of Pareto, nah Pareto mengibaratkan dari 100 baju yang sering kita pakai adalah sejumlah 20% saja. Mencoba berprilaku efektif efisien; GOAL setting, menerapkan rencana sekaligus parameter keberhasilannya; Corrective & Preventive management, fungsi control yang baik; dan The Resume, fungsi analisa terhadap seseuatu yang telah tejadi. Dan akhirnya SALAM BMS!!

Penulis adalah:

Noor Muhammad Arief, SE
Area Sales Supervisor Area Pati
Email: noor.muhammad.arief@gmail.com
Hompage: SemangatSetiapSaat.Blogspot.com

Kamis, 11 Maret 2010

Change Ours Sistem Management Rights Now!!



Sebuah Konsekuensi Belajar Sepanjang Masa untuk Perbaikan; So, Rubah Gaya Berfikir Anda Sekarang Juga!!

Empat puluh CEO dari 200 perusahaan paling top Fortune 500 telah “dipecat”. Mereka bukan sekedar pensiun, tetapi terpaksa atau dipaksa untuk mengundurkan diri. Hal ini terjadi pada tahun 2000 silam, ketika krisis moneter melanda dunia, tahun 1997-2000. Pada saat 20 persen pemimpin paling puncak dari 200 perusahaan paling terkemuka didunia kehilangan pekerjaannya, tentu ada sesuatu mendasar yang salah. Mr Tanadi Santoso dalam sebuah Artikelnya.

Wuih.. cerita yang cukup serem ya. Bagaimana mungkin, seorang yang sudah level Manager, Chief Executive terkena PHK? Apa yang salah ya? Apa gaya berfikir mereka buruk, atau tetap berfikir sama ketika menanggapi setiap kasus yang sering kali berbeda?

Mencoba membedah kegagalan perusahaan tersebut, bahwa kesalahan dari kebanyakan perusahaan bukanlah pada strategi bisnis, tetapi pada implementasi dari strategi tersebut. Eksekusi yang buruk membuat apa yang semestinya terjadi, tidak terjadi, dan akibatnya adalah malapetaka perusahaan yang sering baru ketahuan setelah sangat terlambat. Eksekusi buruk terjadi karena para manager tidak peka terhadap issue-issue yang berkembang dan tak mau merubah jalan berfikirnya.

Biar tak terlambat, sebelum semua yang kelihatannya baik-baik saja akan menghilang dan lenyap di gusur perubahan; maka, sebaiknya Change Ours Sistem Management Rights Now!!

a. Mulai dari Diri Sendiri

Biasanya dalam etika sebuah pesantren, sebelum menganalisa seseorang, mereka akan menganalisa pribadi lebih dulu. Bagus juga jika diterapkan di perusahaan. Sebelum memerintah bawahan atau jika ingin di turuti semua perintah oleh anak buah. So, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu? Yupi! Kita harus membereskan pekerjaan kita, dan jika perlu memberikan contoh tentang prilaku yang benar atau sesuatu yang diinginkan oleh kita. Dengan memberikan petunjuk, arahan dan training berarti kita telah melakukan sebagian dari Sistem dasar Organisasi Perusahaan. Planing, Organising, Actuating, dan Controlling. Hal ini masuk dalam tataran Actuating.

Tips-nya adalah, “Jangan memberikan perintah jika kita belum bisa mengerjakan atau belum faham tentang apa yang kita perintahkan.” Business Wissdom by Mario Teguh.

Sebuah artikel menarik dari Jack Welch (General Electrict), me-resume bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan bijak. Simak yuk..

Jack Welch dari GE yang legendaris memberikan 4E + 1P untuk formula sukses. Energy, Energize, Edge, Execute, dan Passion. Pemimpin yang baik haruslah mempunyai energi cukup untuk melaksanakan pekerjaannya, dapat memberikan semangat kepada bawahannya, dapat dengan tegas memilih suatu tindakan, dan yang terpenting dapat mengeksekusi strategi dengan baik. Semuanya itu haruslah di bungkus dengan kecintaan akan apa yang dikerjakannya.

Jarak antara apa yang di inginkan perusahaan dengan apa yang menjadi kenyataan sering dianggap sebuah hal yang misterius. Pada saat perusahaan meminta konsultan terkemuka menganalisa dan memberikan saran, semuanya serba tepat, tapi implementasi dan eksekusi dari strategi itu seringlah tidak pas. Eksekusi yang baik haruslah dijadikan standar utama dan dasar dari strategi dan tujuan. Eksekusi inilah “missing link” yang memutuskan rantai hasil yang seharusnya dan kenyataan di lapangan.

Tujuh ciri dasar pimpinan yang mampu melakukan eksekusi dengan baik adalah: Mengenal dengan baik akan karyawan dalam perusahaannya; Sadar akan kenyataan lapangan; Mempunyai target dan prioritas yang jelas; Mengikuti perkembangannya; Memberi penghargaan pada yang menjalankan pekerjaan dengan baik; Mampu mengembangkan karyawan; dan tahu akan kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri.

Kebanyakan pimpinan dapat menganalisa dengan baik akan kekuatan dan kelebihan perusahaan tetapi sering lemah menganalisa kelemahan dan kekurangan perusahaan. Lihat Analisis SWOT. Banyak pimpinan yang menipu dirinya sendiri dengan mengatakan semuanya berjalan dengan baik bahkan sampai pada saat terakhir dan akan runtuh.

Secara umum gambaran dari perubahan diri sendiri adalah, merubah cara berfikir, cara bersikap, dan cara berperilaku dari yang hanya biasa-biasa saja menuju cara berfikir, bersikap, dan berperilaku yang luar biasa.

Meminjam istilah yang menjadi logo Bapak Mario Teguh dalam sebuah presentasinya: “Don’t be yours self; Be Yours Super Self!! Jangan jadi dirimu sendiri; Jadilah Pribadi yang Super!!”

b. Mulai dari Hal yang Kecil dan Terbiasa di Lakukan

Nah salah satu perubahan yang mudah dan bisa dilakukan di Area PT Gawih Jaya adalah perubahan memakai system Mutasi atau Rolling. Rolling adalah pemindahan karyawan dari satu tempat kerja ke tempat kerja lain dan atau dengan pekerjaan yang berbeda. Hal ini seharusnya menjadi menu wajib yang harus dijalankan. Hal yang lumrah, kecil dan mungkin remeh. Harus diingat, hal ini penting banget loh, agar semua karyawan mendapat kesempatan bernafas dalam pekerjaan, tempat dan suasana yang baru.

Pengaruhnya terhadap konsep dasar ‘Menyehatkan Perusahaan’, dengan arti me-Refresh, dapat berjalan dengan baik. Tak ayal lagi, semua demi kebaikan perusahaan. Hmm, sudahkah di jadwal dengan tertib Rolling atau Mutasi Karyawan? Jangan lihat Area Sebelah loh? He he he.. untuk semua departemen, Divisi? Boleh juga!

Rolling-an dan mutasi? Siapa takut!

Duh, jangan-jangan bulan depan gue di roling neh? Duh jangan-jangan bentaran ane di mutasi di tempat yang lebih jauh. Hadew... jadi mumet neh. Tak semangat kerja!

Jadi ikut pakai kata jangan-jangan neh; Jangan-jangan diantara teman kita ada yang berfikir kaya di atas. Duh jangan sampai dah! Karena kata-kata tersebut hanya dimiliki oleh orang yang kurang kesatria dan gentleman. Lebih bagus berkata seperti ini neh;

Alhamdulillah, saya akan di rolling, dan di mutasi dan akan mendapat pengalaman yang baru dan mendapatkan ilmu baru. Jadi tambah kaya dah pengalaman. Syukur-syukur dapat tambahan uang saku. Jadi nambah rejeki dah.

Baru kesatria kalo gitu brother!

Tapi ada juga loh, sebagian dari teman kita, tetap keukeuh mempertahankan jabatannya yang sekarang, dan tak mau juga di pindah kerja, di-rolling bahkan di mutasi dan dipromosikan jabatan, untuk memegang jabatan yang lebih tinggi.

Nah, hal ini harus dicerna lebih dalam dan teliti. Apa alasan yang sangat mendasari? Pertimbangannya apa sudah matang? Dan apakah sudah tahu konsekuensi yang harus diterima, ketika menolak perintah atasan tersebut? Hmm, kayaknya departemen HRD yang harus kerja keras neh dalam masalah ini; So, HRD bertanggung jawab untuk mendapatkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Tidak sekedar Need –butuh- loh, tapi memang urgently oriented. Termasuk bertanggung jawab dalam kasus ‘Karyawan Super’ yang mokong tak mau di promosikan. He he he…

Pembinaan mental dalam arti lebih luas pengayoman terhadap karyawan memang sangat perlu diperhatikan; hal ini juga menyangkut pemberdayaan karyawan secara menyeluruh yang harus terus menerus di pantau dan dievaluasi; apakah sudah sesuai atau memang perlu adanya perubahan strategi atau memerlukan perubahan management? Yang lebih tahu tentulah pemegang wewenang neh.

Kultur perusahaan seharusnya memang mendukung eksekusi Pimpinan Area dengan memberikan transparansi akan reward and punishment yang jelas kriterianya. Sering para karyawan yang bekerja sepuluh kali lebih efektif diberikan reward yang sama dengan karyawan yang tidak berprestasi. Dan pemimpin terkaget-kaget ketika karyawan karyawan super tersebut mau mengundurkan diri dan pindah ketempat lain yang dapat menghargai karyanya. Pencarian karyawan yang tepat juga mendapat sorotan yang panjang, pekerjaan ini seharusnya-lah dilakukan oleh para pimpinan sendiri, sehingga tidaklah terjadi kesalahan yang baru diketahui setelah sangat terlambat.

Terlepas dari itu semua, perbaikan mendasar dari system yang telah ada, juga harus diperketat. Apakah roda system yang ada berjalan dengan baik. Komunikasi antar atasan dengan bawahannya, pola kinerja yang segar dan indah, kedisiplinan, semangat kerja, kerapihan laporan, dan hal-hal kecil yang sering dilakukan; anggap saja salah satu tak bekerja sesuai jalur, apakah perusahaan bisa dikatakan sehat? Oh, tentu tidak. Pembenahan harus dilakukan. Sebuah ibarat, mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan lakukan sekarang juga! Layak ditiru tuh sebuah inspirasi dari Aa Gym, KH Abdullah Gymnastiar.

“Bagi saya rolling atau mutasi kerja memiliki pengertian memutar atau menggilir penempatan pejabat atau karyawan dari satu jabatan tertentu dan atau tempat tertentu ke jabatan atau tempat yang berbeda.yang ditetapkan dalam kebijakan yang Compulsary.” Sumarwoto, S.H., MPA; pejabat Negara, saat berpidato di Provinsi Kalimantan Timur, menanggapi issue Rolling dan Mutasi Pegawai.

c. Mulai dari Sekarang Juga

Untuk menjadikan perusahaan dan pribadi yang lebih baik, untuk kesejahteraan dan perubahan kearah yang lebih dahsyat, kenapa harus menunda sampai besok? Harus Sekarang Juga melakukan perubahan! Change Ours Mindset Rights Now!!

Nah, prinsip dari artikel perubahan system management disini adalah SELALU BELAJAR, selalu belajar mengambil hikmah dari setiap history yang pernah terjadi. Ketika belum berhasil, pribadi yang bagus akan bertanya: apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya jadi lebih baik, lebih hebat, lebih dahsyat, dan lebih kuat? Sehingga Pribadi yang Super tersebut maju selangkah lebih baik dibanding orang yang menyalahkan. Pertanyaan terakhir dalam artikel ini: BELAJAR apa Anda hari ini? Belajar apa yang akan membuat Anda jadi lebih baik? Belajar apa yang membuat Anda disukai banyak orang? Selalu bertanya hal ini setiap hari, sehinggasetiap yang terjadi kita akan bisa mengambil hikmahnya. Salam Sukses!! Salam Semangat Setiap Saat!!

Noor Muhammad Arief, SE

Penulis adalah Sales Coordinator Area Pati

Reporter dan Respondent Majalah Wismilak dan penulis di Blogspot.Com

Contact Person: 085.641.201.333

Website: WWW.SemangatSetiapSaat.Blogspot.com

Email: noor.muhammad.arief@gmail.com

Kamis, 18 Februari 2010

Alasan Pemilihan Nama Blog : Semangat Setiap Saat


Sederhana dan mudah di ingat, pertama alasan pemilihan judul Blog tersebut. Bahkan, kalimat tersebut mirip dengan beberapa tag lines dari beberapa merek yang sudah dengan gigih berjuang di pasaran. Ambil contoh:


Setia Setiap Saat, nah tag lines dan bahasa komunikasi yang dibangun sangat komunikatif dan sederhana. Pemiliknya adalah Produk Rexona, yang menggambarkan kesegaran setiap hari dan selalu menemani pemakainya. Jadi wangi setianya sepanjang hari.

Kedua dari contoh yang bisa kita ambil tag lines marketingnya adalah "Yakin Setiap Saat" milik Produk Rokok Wismilak Diplomat. Lama sekali tag lines dan bahasa marketing ini berdengung, bermula dari sekitar tahun 2000 dan bertahan sampai sekarang. Walau tak menampakkan kembali tag lines tersebut, bahasanya sudah melekat dan terlanjur menjadi kalimat inti dari setiap iklan yang dimuncukan. Terlepas dari kreatif atau tidak si pemilik merk tersebut. He he he... Kok bisa? Yup, karena saking lamanya sehingga mungkin agak ogah merubah bahasa marketing tersebut. Nyindir apa ngepaske ya?

Tapi jangan salah, karena lama dan tetap konsisten itulah, suatu produk dinilai atas kualiasnya dan kehandalan nama merk yang menjadi tulang punggung dari perusahaan. Jadi tak ada salahnya kan? KOnsisten terhadap Value Added, kualitas dan Differensiasi dari produk lain. Semisal Djarum Super, Gudang Garam International, Magnum, Dji sam soe Gold dan lain-lain.

Tapi sayang banget sentuhan differensiasi tak dimunculkan secara mendalam oleh pemilik merk tersebut. sehingga, kesan dari produk Rokok tersebut adalah sama dan tetap sama rasa dibanding dengan lainnya. apalagi sentuhan marketingnya terlihat stagnant dan monoton.

Yakin setiap saat, bercerita tentang Pemuda Gagah yang mempunyai konfidensi yang sangat tinggi sehingga dengan motivasi yang tinggi dan percaya diri tersebut mampu untuk menaklukkan semua rintangan dan masalah. Nah, kesan inilah yang sebenarnya dibidik Wismilak Diplomat dengan tag lines Yakin Setiap Saat. Seolah-olah, perokok Wismilak Diplomat adalah orang-orang yang punya Nilai, Berkelas dan sangat Confidence.

Penulis sangat hormat dan menghargai Tag Lines yang diangun oleh kedua Merk PAsaran tersebut. Terbukti, merk tersebutu bertahan sangat lama di pasaran dan menjadi Product Fast Moving di perusahaan masing-masing.

Penulis mengambil dari sisi manfaat dan nilai positive yang tergambar dari kedua motif yang dikembangkan kedua produk. Pada intinya, keduanya mempunyai persamaan tentang bangunan confidential yang di terapkan dalam setiap berkomunikasi dengan pelanggan masing-masing.

Nah, penulis sangat terinspirasi memunculkan Blog dengan Judul : Semangat Setiap Saat. Pada dasarnya manusia mempunyai rasa ingin Maju alias semangat dan Rasa Malas. Keduanya pada gilirannya akan menjelma dan bersemanyam di hati setiap manusia. Nah, dengan Jargon Semangat Setiap Saat, paling tidak orang yang akan membacanya sudah punya gambaran, bahwa semua masalah atau pekerjaan akan mudah dijalankan dan terselesaikan dengan manis ketika kita mempunyai SEMANGAT SETIAP SAAT.

So, kita tak boleh psimistis terhadap apa yang kita punya, bakat, tampang, Cantik atau Tampan, asal ada kemauan dan semangat yang tinggi ditandai dengan Confidencial yang tinggi akan sukseslah kelak setelah kita pantang menyerah.

Salam hangat dan Semangat Setiap Saat!!


Senin, 24 Agustus 2009

So Close, dengan Kesuksesan, Mau?

Analisis Sederhana Lebih dekat dengan Kesuksesan

Sederhana sekali jika menginginkan kesuksesan; asal ada kemauan dan kerja keras. Pastilah kesuksesan itu tak urung akan segera datang, bahkan tanpa jeda ia datang. Ada rumusan unik yang terbahas dan terdiskusikan dengan apik pada acara pelatihan Menjadi Supervisor Sukses di Yogja pada tahun 2006. (Masih ingat karena sangat terkesan). Bpak Tutor sekaligus

nara sumber Anton Teguh, HRD. Menyebutkan, hal mana yang bisa mengakibatkan kita sukses 100%. Ketika ditanya para peserta pada diam. Diteruskannya, jika analogi huruf A=1, B=2, C=3…dst… Z=26, maka SKILL = 19+11+9+12+12 (63%), SMART = 19+13+1+18+20 (71%), KNOWLEDGE = 11+14+15+23+12+5+4+7+5 (96%), belum ketemu ya, apa HARDWORK? Coba saja, HARDWORK = 8+1+18+4+23+15+18+11 (98%), waduh belum nemu juga 100% nih. Ada yang tahu? “Coba kita hitung ATTITUDE = 1+20+20+9+20+21+4+5 (100%), nah ketemu toh, bahwa yang bisa membuat kita sukses 100% adalah Attitude atau sikap, lebih detailnya adalah kemauan. Berjalannya waktu, sebenarnya ada yang lebih dahsyat dari sekedar Attitude yang 100%; Apa ya? Coba kita hitung LOVE OF GOD = 12+15+22+5+15+6+7+15+4 (101%). (He.. he.. he.. tambah ilmu lagi pak Anton…)
Jika kita merujuk pada analisa sederhana diatas, pada intinya kita hanya butuh dua Sikap yang terpenting dalam kehidupan, Sikap mau bekerja keras dan dibarengi dengan Sikap Cinta kepada Tuhan sebagai Maha Penentu segala kesuksesan. Apabila timpang apa jadinya?
“Orang-orang yang pintar di setiap umat sepakat bahwa kenikmatan dan kebahagiaan tidak akan bisa didapat dengan kenikmatan pula. Siapa yang mementingkan kesenangan, maka ia akan kehilangan kesenangan pula. Siapa yang berani menentang badai dan menghadapi rintangan, maka ia akan memperoleh kegembiraan dan kenikmatan. Tidak ada kegembiraan sama sekali untuk orang yang tidak punya hasrat dan cita-cita”. Imam Ibnul Qayyim.
Lain cerita tentang sebuah karya fenomenal dari Jack Canfield, bersama dengan Janet Switzer, The Success Principles How to Get from Where You Are to Where You Want to Be; Dalam buku ini dijabarkan, jika kita ingin sukses dalam setiap tindakan, ada 4 hal yang harus kita miliki yaitu Goal (Tujuan), Action (Tindakan), Improvement (Peningkatan), dan Persistence (Ketahanan). Menurut Jack Canfield, keempat hal ini telah terbukti dimiliki oleh semua tokoh penting dalam sejarah; kemudian dipraktekkan oleh semua tokoh sukses dunia dalam mencapai posisinya saat ini.
Penulis serial Chicken Soup for the Soul ini, menjabarkan dalam bukunya; tentang analisis yang pertama adalah Goal atau Tujuan. Dalam hidup ini kita tentunya memiliki sesuatu yang ingin kita raih, ingin kita dapatkan dengan seluruh usaha kita, dan itulah yang menjadi Tujuan kita. Kata kunci terpenting disini adalah kata “kita”. “Apabila kita telah menemukan apa yang menjadi tujuan kita, jagalah fokus kita pada tujuan tersebut.” Menurutnya impian kita tersebut bisa diraih dan kita sendiri yang akan meraihnya. Impian kita adalah benih kesusksesan kita sendiri. Kemudian dalam buku itu, kita dituntut menulis impian kita secara detail, kapan kita akan meraihnya, dan bagaimana kita akan mengusahakannya. Ini akan membantu kita untuk memfokuskan tindakan kita, juga memberi kita sense of commitment dengan diri kita sendiri untuk memenuhi impian tersebut.
Imam Munadi dalam bukunya “Super Muslim, Positif-semangat-Visioner, menjadikan Anda dalam Posisi Terbaik dan Terunggul” hal.151, menulis: Sebelum Bruce Lee menjadi sangat terkenal, ia menulis surat bagi dirinya sendiri yang isinya adalah “Pada tahun 1980 saya akan menjadi Bintang Asia yang paling terkenal di Hollywood dan menabung sebesar 10 juta Dolar… Sebagai gantinya saya akan memberikan akting terbaik saya di depan kamera dan hidup dengan tenang dan damai.” Bruce Lee tahu apa yang benar – benar dia inginkan, kapan ia harus meraihnya, dan ia menuliskannya untuk membuat komitmen yang kuat bagi dirinya sendiri dalam memenuhi impiannya. Kenyataannya, hingga saat ini, ia menjadi salah satu legenda di Hollywood.
Target hidup adalah tujuan yang hendak kita capai dengan kerja keras. Target hidup, merupakan perpaduan antara tujuan hidup kita dengan perencanaan yang rinci dan matang tentang bagaimana mencapai tujuan tersebut. Motivator plontos lulusan Universitas Indonesia dan PPM Graduate School of Management ini mengatakan, bahwa Target hidup adalah mutlak diperlukan bagi tercapainya Kesuksesan.
Setelah mengetahui Tujuan kita, maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah Action atau Tindakan. “Ambillah sebuah tindakan nyata untuk mewujudkan mimpi kita.” Kata Jack Canfield. Jangan lagi menunda – nunda tindakan kita dengan alasan ‘Belum waktunya’, atau ‘Tidak ada pengalaman di bidang itu’, atau ‘Tidak punya modal’. Kita hanya perlu bertindak dan segalanya akan datang dengan sendirinya. Sekarang adalah waktunya kita bertindak, pengalaman akan kita pelajari setelah kita mulai bertindak. “Just Go Do It!!”
Penuturan selanjutnya, Apabila telah memulai action kita, jangan pernah lupa untuk melakukan improvement atau peningkatan. Teruslah bertanya pada diri kita ‘Bagaimana saya bisa membuatnya lebih baik?’ atau ‘Bagaimana saya bisa menjadikannya lebih efisien?’ Carilah mentor, senior, atau orang yang telah sukses di bidang yang kita geluti dan belajarlah dari mereka. Berkonsultasilah pada mentor yang dapat kita percaya untuk mendapatkan umpan balik yang membantu kita dalam berkembang.
Kalau resep sedap dari Pak Tanadi Santoso, suatu ketika dalam Facebook-nya; -Jangan pernah menolak kritik. Meskipun tidak sedap didengar, kritik merupakan salah satu umpan balik yang sangat efektif untuk memperbaiki kekurangan kita.- Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memotivasi diri kita sendiri untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan. Catat dan rayakanlah tiap keberhasilan dan peningkatan yang telah kita raih untuk memotivasi diri kita sendiri di masa depan. Kata beliau lagi.
Hal terakhir yang harus kita miliki, masih dalam resume The Success Principles adalah Persistence atau ketahanan. Meskipun kita memiliki tujuan, kemampuan bertindak, dan kemauan untuk berkembang, tapi bila kita tidak memiliki ketahanan metal, kita tidak akan dapat meraih sukses. Ketahanan ini berkaitan dengan kesungguhan kita dalam melaksanakan setiap tindakan dan usaha kita. Ketahanan akan membuat kita bangkit lagi dari setiap kegagalan kita dan berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan kita.
Ada sebuah kata-kata menarik yang patut kita simak: “The difference between average people and achieving people is their perception of failure and their respond to failure.” Perbedaan antara orang biasa dengan orang yang sangat berhasil adalah persepsi mereka tentang kegagalan dan bagaimana mereka mengantisipasi serta menyikapi kegagalan itu. Kita tahu bahwa orang-orang sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Beberapa orang selalu bilang bahwa orang yang sukses selalu berhasil dalam bisnisnya, padahal tidak demikian kenyataannya. Orang tersebut sering juga mengalami kegagalan. Banyak bisnis yang tidak berhasil dan toko yang harus tutup karena tidak menghasilkan. Tapi semua itu adalah part of success. Sebuah tulisan di semangatsetiapsaat.blogspot.com.
Pelajaran amat berharga, pada tahun 2006, tercatat dalam buku harian saya: adalah sebuah Meeting dengan pimpinan yang dihadiri oleh Bapak Mawardi (East Region Manager); kita membahas konsep marketing yang bagus dan dapat ditiru; -Amatlah penting dalam perjalanan kita menuju sukses, untuk selalu mengingat prinsip ABCD, Above and Beyond the Call of Duty. Selalu memberikan yang terbaik, lebih dari apa yang diharapkan oleh klien atau konsumen kita. Mengenai hal ini, Kevin Rogers, CEO dari Saatchi & Saatchi juga mengatakan, “Jangan berikan apa yang mereka harapkan, berikan apa yang mereka pikir mustahil untuk dilakukan.” Dan hal ini tidak mungkin kita lakukan tanpa memiliki ketahanan mental yang luar biasa.-
Hal penting yang juga sangat membantu dalam mewujudkan sukses kita adalah dengan bergaul dengan orang yang sukses, atau lebih sukses dari kita. Kalau pengen jadi santri, bergaullah dengan santri atau pak Kyai sekaligus. Setuju? Atau pengin jadi pengusaha sukses? Rumusnya sama. Nah, banyak orang tidak mau melakukan hal ini karena tidak suka, merasa minder atau ‘kalah bersaing’ dengan rekannya. Kita tentu sudah menyadari bahwa lingkungan pergaulan akan mempengaruhi setiap tindakan dan sikap kita. Dengan bergaul bersama orang yang sukses, secara perlahan kita akan belajar untuk bersikap dan bertindak seperti dirinya. Dengan demikian, kitapun kelak akan bisa meraih sukses seperti kawan kita.
Kemudian sebuah kata bijak dari Pak Tanadi Santoso “An essential aspect to success is not being to fail.” Hal yang penting untuk meraih sukses adalah tidak takut dengan kegagalan. Selamat mencoba!!

Noor Muhammad Arief, SE
adalah Koordinator Salesman Rayon Blora-Cepu-Rembang,
Supported by: semangatsetiapsaat.blogspot.com


Kamis, 23 Juli 2009

Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial

Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !






Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia - yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.

Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.

Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an

* Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. “ kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua. Tidak.
* Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.
* Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool & gaul. Lebih bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,

Di usia 20-an

* Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.
* Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.
* Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,
* Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan
* Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi
* Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini.


Di usia 30-an

* Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat
* Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.
* Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda
* Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran
* Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.
* Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.
* Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.
* Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.
* Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.


Di usa 40-an

* Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.
* Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan
* Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.
* Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.


Di usia 50-an

* Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target,
* Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,
* Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,
* Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda,


Di usia pensiun, 55 atau 60-an

* Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.
* Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim
* Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.
* Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.
* Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.
* Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,
* Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan
sumber Bapak Andhika-dbs.blogspot.com

Kamis, 02 Juli 2009

Menulis ala J.K. Rowling

Anda pasti tahu siapa J.K. Rowling bukan? Ya, Beliau adalah seorang penulis yang mempunyai kesederhanaan; dalam tulisannya, novel petualangan fantastis tentang Harry Potter: ‘Saya menulis kapanpun, dimana pun, dan kadang mengungkapkannya dengan tulisan tangan.’
‘Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain,saya hanya menulis selama tiga jam. Cara saya menuangkan apa yang ada di kepala saya ini sungguh bergantung pada seberapa cepat ide itu datang kepada saya’.


Sebelum Rowling menuangkan sejumlah ide-nya dalam selembar kertas, dia sudah memiliki gambaran lebih dahulu tentang apa yang ingin ditulisnya. ‘Saya selalu sudah mempunyai plot dasar berkaitan dengan isi cerita. Tetapi saya suka menunda untuk tidak menuangkan semua sekaligus. Saya mencicilnya ketika saya terdorong untuk menulis. Hal-hal begini ini lebih menyenangkan.’
Nama-nama dalam tokoh novel-nya kadang terdengar ganjil, bagaimana ia menemukannya? “beberapa nama tokoh dalam cerita saya berasal dari dongeng-dongeng dan banyak nama yang memang saya reka-reka sendiri.”
“Saya juga mengumpulkan nama-nama yang (kelihatnnya) luar biasa dan saya mengambilnya dari semua yang saya temui dari berbagai tempat yang berbeda. Saya mendapatkan nama rumah di Hogwarts, misalnya, ketika saya sedang naik pesawat terbang.”
Salah satu hal tersulit dalam menulis yang dialami Rowling adalah bagaimana Rowling menjaga agar para pembaca novelnya terus merasa penasaran akan kelanjutan seri buku berikutnya. “Mungkin, suatu saat, yang harus saya lakukan adalah menulis kata pengantar yang berbunyi ‘ada di Harry Potter Sebelumnya’ dan mengatakan kepada pembaca untuk kembali dan membaca buku satu hingga empat.”
Rowling selalu ditanya, bagaimana dia memulai untuk menulis? Saran pertamanya, adalah selalu membaca apapun untuk mendapatkan ide, bagaimana cara seorang penulis menulis. ‘Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Itulah yang saya lakukan.”
Cuplikan kisah Rowling diatas berasal dari buku karya Marc Shapiro, J.K. Rowling: The Wizard Behind Harry Potter. Tulisan berikut adalah wawancara terbaru dengan Rowling saat Rowling berencana meluncurkan seri kelima novelnya, Harry Potter and The Order of the Phoenix, pada 21 Juni 2003.
Dalam wawancara menarik ini, Rowling menggambarkan suasana mengelilinginya ketika dia memutuskan untuk menulis sebuah kisah, dimana kisah tersebut melukiskan tentang sebuah karakter ciptaannya yang harus terbunuh – tepatnya dibunuh atau dimatikan oleh si penulis kisah:
Penulis Novel yang bernama panjang Joanne Kathleen Rowling, membuka rahasia bahwa dia menangis tersedu-sedu setelah membunuh salah satu tokoh di dalam buku seri Harry Potter terbarunya.
“Saya telah menulis ulang kematian itu, menulis ulang, dan itulah akhirnya. Kematian itu sudah pasti. Dan sosok itu benar-benar mati.
“Dan saya berjalan kedapur dengan tersedu-sedu dan Neil (suami Rowling) bertanya ada apa, dan saya jawab, saya baru membunuh sosok itu.
“Dia (Neil) seorang dokter, dan saya katakan, tidak bisa seperti itu. Misalya kamu menulis buku anak-anak, kamu harus menjadi pembunuh tanpa perasaan,” kata Rowling, ibu dua anak.
Ini adalah wawancara Rowling yang pertama dan sat-satunya sebelum peluncuran buku serial Harry Potter terbaru, The Order of the Phoenix. Wawancara untuk acara Neswnight ini, menurut BBC News Online, telah ditayangkan pada 21 Juni 2003 (Kompas, 19 Juni 2003).
Lalu, dalam majalah Time edisi 23 Juni 2003, yang mengangkat heboh terbitnya buku kelima Harry Potter sebagai Cover Story, dapat kita baca bagaimana Rowling memperoleh gagasan menampilkan sosok Dementor. Katanya, Rowling pernah sakit parah dandia mengaku tokoh Dementor (tokoh yang dilukiskan begitu gelapdan mengerikan) dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, sebetulnya berdasar kecemasan rowling pada saat menghadapi suasana kelabu penyakit itu.

Rabu, 01 Juli 2009

Kantor Baru semangat Baru




Moment yang bersejarah itu tak terasa sudah menginjak umur 6 bulan. Tepat tanggal 20 April tahun ini genap sudah umur PT Gawih Jaya Distrik Pati. Semenjak lahir tanggal 20 November 2008 yang dibidani tenaga profesional laiknya, Bapak Nur Supriyadi Area Manajer Semarang, dan Bapak Handrias Eko BS Distrik Head Pati. Tak lupa wejangan-wejangan yang sangat berharga bergemuruh datang dari segenap direksi, menyambut lahirnya “Sang jabang Bayi”.Baik RM East, Bapak Mawardi dan NSM Bapak Ricky Junaidi.

Layaknya seorang bayi, pun Distrik Pati harus mengenal lingkungan, dan mau tidak mau harus adaptasi dengan kompetitor yang bersarang di Area-nya. “Teror-teror” itu serasa tak mau berhenti dan tak akan pernah berhenti. Program yang sangat gencar ibarat sebuah teror yang siap saja menggilas siapa saja yang tak siap dan tak mampu bertahan hidup dengan perubahan iklim pemasaran Indonesia, khususnya pemasaran rokok.


Dua sisi yang berbeda ketika memandang sebuah kesuksesan dan kemampuan defensif yang tampak. Kesuksesan bisa dilihat dari sebab-sebab yang menimbulkannya. Ada dua sisi yang harus dicermati dan dipahami. Ibarat pisau harus selalu diasah. Satu Sisi yang penting disini adalah sisi internal dan sebagian yang lain adalah sisi eksternal.

What Internal? Ya, sisi manajerial dimana terdiri dari faktor-faktor pemasaran; Rencana kerja, Program yang mendukung distribusi dan percepatan konsumsi, pengarahan tentang kinerja secara menyeluruh dan yang paling urgent adalah controling terhadap semua lini ujung tombak, baik dalam personality salesman, kordinator salesman dan staff. Tak hanya manajerial yang harus solid, ketahanan Sumber Daya Manusia-nya juga harus bagus dan kompeten. Kemudian kecukupan Stok produk di gudang yang terukur, cukup untuk dua minggu cover, atau minimal satu setengah-nya, jika menginginkan stok aman. Dan lagi eksistensi Staff Admin dan Keuangan juga sangat mendukung mobilitas yang solid tersebut; logikanya, jika salah satu timpang maka berjalannya suatu organisasi yang sehat tidak akan terwujud.

What Eksternal? Adalah kelompok yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan yang dilakukan. Pelanggan, toko mitra, kompetitor, lingkungan kerja dan yang terpenting adalah user atau pengguna produk kita. Semua berujung baik jika kita melakukan service dengan baik dan hati-hati; jangan sampai dari salah satu faktor eksternal tersebut terluka hati. Maka bisa berakibat, kerja yang kurang nyaman dan cenderung ‘tidak sehat’. Pada intinya, kita memang dianggap menang ketika bisa mem-pressure produk kita, sehingga pelanggan atau toko mau beli, tapi kita akan lebih menang jika dilakukan dengan cara-cara yang indah dan elegant. Terlepas dari semua faktor yang terungkap, adalah faktor makro ekonomi, situasi politik, ekonomi dan keamanan nasional. Kebijakan pemerintah harus kita yakini adalah untuk kebaikan masyarakat, yang didalamnya tentu kebaikan kita juga akhirnya.


Bagaimana dengan Distrik Pati? Walaupun berdomisili dan bertetangga dengan ‘kandang macan’ Distrik Pati tak pernah mengenal kata menyerah. Justru menjadi tolok ukur keberhasilan jika memang mampu bertahan dengan kondisi hiruk pikuk program kompetitor yang sangat gencar dalam memperebutkan market share pemasaran rokok. Diantaranya, Nojorono dengan Brand Clas Mild dan Aroma, Sukun dengan Brand Sukun Executive yang membidik pasar tradisional dan kelas rakyat, dan raja Rokok dari Kudus Djarum dengan segala Brand yang tentu saja menginginkan market share yang mutlak dan signifikan. Belum lagi ratusan pabrik rokok yang kesemuanya membidik pasar yang hampir sama dengan brand Wismilak.

Selalu ada kemungkinan untuk berkembang. Dalam situasi yang lumayan kondusif, baik ekonomi dan situasi politik yang sehat, tak menutup kemungkinan, peluang-peluang distribusi kita akan semakin rapat, dan demand user yang semakin bertambah akan semakin terpenuhi, disamping tetap berusaha menciptakan user-user baru dan loyal user yang banyak.

Satu langkah maju, diawali dengan kondusifnya sisi internal dulu. Dalam wacana demokrasi, karyawan pada Distrik Pati diajak berkomunikasi terhadap hal-hal yang sekiranya untuk kebaikan semua. Sampai dengan hal-hal terkecilpun, jika dikomunikasikan dengan baik dan transparan akan mengakibatkan situasi yang semakin kondusif. Mengarah pada hal-hal yang kreatifpun akan semakin bermunculan. Ide-ide segar akan muncul ketika personality-nya segar pula.

Satu langkah bagus dalam organisasi adalah Distrik Pati, dengan ‘Masinis’-nya Bapak Handrias, melakukan Acara Do’a Bersama setiap Hari Senin pagi setelah semua armada memuat barang ke Mobil BOX masing-masing. Acara ini wajib diikuti oleh seluruh karyawan yang hadir. Setelah berdo’a untuk keselamatan dan kebaikan selama bekerja, juga agar mendapat hasil yang bagus dan memuaskan, dan tercapai target masing-masing. Setelah berdoa bersama, tak ayal waktu berkumpul seperti itu, adalah waktu yang tepat untuk brief kecil-kecilan dan menyamakan persepsi diantara karyawan. Hal ini juga digunakan tanya jawab seperlunya, agar semua karyawan menjadi jelas dan merasa tidak ada yang ditutup tutupi tentang kebijakan yang berlaku.

Munculnya ide Arisan Bulanan; oleh Koperasi BMS (Bersama Meraih Sukses) diilihami dari diskusi umum internal, mencari sumber kedekatan dan kebersamaan antara karyawan. Karena pada dasarnya karyawan bisa lebih dekat dan memiliki rasa kebersamaan ketika selalu diajak komunikasi dan berkegiatan yang ringan dan menghibur. Arisan timbul sebagai wacana harmonis yang timbul diantara karyawan. Bukan semata-mata karena mendapat kepuasan mendapat uang saja, tapi bangga memperoleh penghargaan karena setelah dikocok dan keluar nama, pasti diberikan selamat dan disalami oleh pimpinan. Tak urung, rasa deg-degan pun muncul ketika baru saja kaleng berisi nama-nama itu dikocok-kocok. “Hmm.. pasti nama gue neh yang nongol…” Nah, tersungginglah senyum-senyum itu, meski hanya satu nama yang muncul. Walaupun Koperasi BMS belum mempunyai badan hukum tapi cukup sukses membuat hubungan antar karyawan jadi So..Close.. yang dekat jadi tambah dekat.

Sikap yang bijakpun coba dimunculkan oleh Distrik Pati, jika Area yang lain mendapatkan Program Mobil Branding Slim16; sebut saja mendapat “Program Team Blitz” dari marketing Pusat. Team yang didukung dengan Mobil Branding, Armada Driver dan Pasukan Komando Team, dan lagi Support POS (Point Of Sales) Material yang memadai; berupa sampel rokok Slim16, Flagchain, stiker, dan sunblind. Rasanya tak ada yang menolak jika satu area mendapatkan kesempatan berpromosi seperti itu. Hmm.. hal ini tak membuat Distrik yang satu ini iri hati atau bahkan putus asa karena Distrik Pati tahu bahwa tak semua Area kebagian proyek seperti itu. Sikap bijakpun kemudian muncul, bagaimana konsep Team Blitz itu ditiru walaupun tanpa program yang mendasari, tentu dengan POS Material yang seadanya. Akhirnya timbul Team Blitz Bayangan, yang hanya fokus terhadap sub zona yang butuh support dengan ditentukan jadwal cover dan pelaksanaannya. Karena belum menemukan konsep yang ‘manjur’, tentang bagaimana nge-blitz yang bener, maka satu kali dalam satu minggu, cukup melakukan rutinitas blitz dengan armada Korsep, APS, dan di dukung oleh DH. Dalam konteks ini juga diharapkan dapat meningkatkan skill dalam pemasaran dan penguasaan wilayah. Tak hanya DH yang mampu mengenal seluruh wilayah cover tapi APS dan Korsep pun mendapat ‘wawasan nusantara’ tentang wilayah distrik yang cukup luas. Pembagian wilayah cover, bisa disesuaikan wilayah sub zona mana yang telah terjadwal, dan disesuaikan oleh wilayah yang diajukan oleh korsep masing-masing.

Lagi-lagi ide kreatif dari Pucuk Manajer Distrik Pati, adalah adanya Kembang Joyo Award, penghargaan ini diberikan kepada Rayon yang mampu berprestasi 110% dari target. Baik Salesman, Driver maupun Korsep sebagai pendukung di-lini retail. Hal ini terlaksana pada cycle 2 tahun 2009, Kembang Joyo Award diraih oleh Rayon Jepara, dengan personal Salesman Eko Aryanto, Driver Syaifudin Anshori dan Korsepnya adalah Hery Sukamto. Mereka mendapatkan penghargaan Makan Siang pada hari Sabtu ketika Akhir Cycle dan telah selesai bekerja, di Restoran Megah di kabupaten Pati. Biayanya dari mana ya? Usut punya usut, dikeluarkan dari incentif DH-nya. Dan hal ini dibenarkan oleh DH, Handrias Eko BS.

Belum cukup ide kreatif itu muncul, dari kebersamaan pula, Seragam Lokal Team Pati-pun muncul. Mengangkat tema besar Wismilak Diplomat, dengan warna Dasar Hitam, dan di dukung dengan brand Milday dan Wismilak Kretek Slim16 sebagai emblem dilengan kanan dan kiri. Sesuai kesepakatan bersama seluruh karyawan dianjurkan memiliki baju ini. Dan hasilnya, semua karyawan pada Distrik Pati memiliki baju kebesaran Team tersebut. Dan lebih heboh lagi, armada SR2d dan Sepeda rayon Blora memiliki seragam ini, sebagai bentuk solidaritas antara karyawan kantor dan karyawan yang berdomisili di daerah. Ho ho ho.. pasti timbul pertanyaan; dari mana uangnya ya? Ya, dari kantong pribadi masing-masing, karena team ini ingin ada suatu simbol yang lebih bisa menyatukan rasa kebersamaan dan rasa solidaritas antar karyawan.

Ada yang lain lagi? Kita tunggu kisah selanjutnya… salam BMS (Bersama Meraih Sukses).

Oleh: Noor Muhammad Arief, SE